More

    Pemkot Bandung Larang Penjualan ‘Ciki Ngebul’

    BANDUNG – Dinas Kesehatan Jawa Barat telah menetapkan kasus ciki ngebul atau makanan ringan dengan makanan dengan nitrogen dengan status darurat medis sejalan dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dari Kementerian Kesehatan.

    Langkah itu, setelah ditemukan kasus keracunan di Kabupaten Tasikmalaya ada 24 anak mengonsumsi cikbul dengan tujuh anak bergejala. Dan di Kota Bekasi, dari empat anak yang mengonsumsi cikbul, satu orang bergejala hingga harus dioperasi di RS Haji Jakarta Timur.

    Wali Kota Bandung, Yana Mulyana melarang penjualan ciki ngebul. Hal ini mengingat semakin maraknya kasus keracunan akibat jajanan tersebut.

    “Nitrogen itu kalau sampai tertelan bisa bahaya. Gelas saja bisa pecah kalau terkena nitrogen yang membeku, apalagi lambung,” ujar Yana.

    Yana juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung untuk membuat surat edaran agar para orang tua memantau jajanan anak-anak di sekolah.

    “Selain memantau jajanan anak-anak di sekolah, kami juga mengimbau agar para pedagang sekitar sekolah untuk tidak menjual ciki ngebul,” katanya.

    Sampai saat ini, kata ia, tidak ada kasus keracunan akibat ciki ngebul di Kota Bandung.

    “Alhamdulilah sejauh ini kami tidak menemukan ada laporan pasien warga Kota Bandung akibat makan ciki ngebul. Kami pastikan ini laporannya dari seluruh rumah sakit,” katanya. []

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    37,800PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru