SERANG, Sultantv.co – Himpunan Pedagang Pasar Rau (Himpas) kembali menyuarakan aspirasi terkait rencana kebijakan Pemerintah Kota Serang yang akan menata ulang Pasar Induk Rau (PIR) pada 2026 mendatang.
Mereka menolak Pasar Rau dibongkar secara total lantaran sebagian struktur bangunan masih kuat dan layak untuk digunakan.
Aspirasi tersebut disampaikan para pedagang melalui diskusi publik yang difasilitasi oleh Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) dan digelar di Gedung Korpri Kota Serang, Senin 15 September 2025.
“Kesepakatan para pedagang itu hampir seratus persen menolak Rau dibongkar total. Kenapa? Karena menurut kita struktur kontruksinya itu masih kokoh,” kata Wakil Ketua Himpas, Fery Chaniago.
Menurutnya, kontruksi bangunan Pasar Rau saat ini seharusnya di atas 50 tahun masih kokoh. Hal ini ia buktikan di kios miliknya dengan memantek paku beton ke dinding namun paku tersebut patah.
Feri juga membenarkan pernyataan Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kadinkopukmperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, yang menilai sebagian kondisi kontruksi bangunan Pasar Rau saat ini sudah tidak layak dan ada yang masih layak.
“Tetapi kalau direnovasi diperbaiki itu alangkah bagusnya. Jadi kita di sini mencari win win solusinya,” katanya.
Selain itu, Himpas menyoroti PT Pesona selaku pengelola yang dinilai tidak profesional lantaran mereka tidak melakukan perawatan building (bangunan) Pasar Rau.
“Nah ini yang mengakibatkan banyak bangunan-bangunan yang disebutkan Pak Wahyu itu ada jamur dan kotor karena gak ada perawatan maintenence yang dilakukan setiap tahunnya oleh PT Pesona,” jelas Feri.
Lebih lanjut, Feri menuturkan bahwa Pasar Rau dibangun dengan mewah pada masa Presiden RI Megawati Soekarnoputri.
Tetapi, di luar itu para pedagang PKL tidak taat dalam menjaga kebersihan sehingga menyebabkan Pasar Rau jadi kumuh.
“Kalau pedagang kaki lima ditata dengan rapih itu rasanya bagus sekali,” ucap Feri.
Menurutnya, para pedagang mendukung program Pemerintah Kota Serang selama tidak menimbulkan kerugian para pedagang.
Dengan kondisi Pasar Rau saat ini, dikatakan Feri, seharusnya yang perlu diperbaiki adalah tata kelolanya bukan membongkar dan membangun ulang Pasar Rau.
“Pemkot juga harus memperhatikan aspirasi para pedagang, apa sih keluhan para pedagang dan kenapa kita masih menolak untuk bongkar total,” pungkasnya. (Roy)




