26 C
Serang
Thursday, January 21, 2021

Pagi Ini Rupiah Kembali Menguat Jadi Rp14.790 Per Dolar AS

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (14/11/2018) pagi menguat sebesar 38 poin menjadi Rp14.790 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.828 per dolar AS.
Sejak Selasa (13/11/2018) sore, pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta mulai menguat tipis sebesar dua poin menjadi Rp14.828 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.830 per dolar AS, dilansir dari tirto.id.
“Nilai tukar rupiah menguat meski tipis seiring munculnya optimisme baru mengenai perbaikan hubungan dagang Amerika Serikat-Tiongkok,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta.
Ia mengemukakan Perdana Menteri Cina Li Keqiang menyatakan kesediaanya untuk memperbaiki perdagangan bebas melalui diskusi.
“Diharapkan ada titik cerah sehingga meningkatkan kembali kepercayaan pelaku pasar terhadap aset berisiko,” katanya.
Kendati demikian, menurut dia, dolar AS masih cukup solid terhadap mayoritas mata uang utama dunia karena sebagian pelaku pasar masih khawatir ketidakpastian di Eropa mengenai Brexit (pemisahan Inggris dari Uni Eropa) dan perlambatan ekonomi global.

Rupiah menguat saat pasar apresiasi instrumen DNDF

“Arus dana masih cenderung menuju ke aset saf haven seperti dolar AS, kondisi itu menguntungkan bagi mata uang AS,” katanya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pantauan terhadap kondisi global akan terus dilakukan untuk menjaga pergerakan rupiah terhadap dolar AS yang rentan dari tekanan eksternal.
“Kondisi global dan dinamika yang ada, itu harus kita jaga dan waspadai serta bagaimana menjaga ekonomi kita agar bisa ‘absorb’ itu,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani memastikan memastikan pemerintah terus melakukan pembenahan fundamental perekonomian dengan menekan defisit neraca transaksi berjalan (CAD) untuk stabilisasi mata uang rupiah.
Proses pembenahan tersebut, tambah dia, bisa meningkatkan kepercayaan pelaku pasar atas daya tahan perekonomian nasional terhadap gejolak eksternal.
“Mengenai CAD, saya rasa kita sudah membahasnya dalam sidang kabinet. Langkah-langkah yang dilakukan kementerian lembaga, koordinasi dengan dunia usaha dan BI maupun OJK. Kami akan jalankan terus,” katanya.[]
 
Sumber: antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,619PengikutMengikuti
23,150PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru