Padati Jalan di Depan Kantor Bupati Serang, Puluhan Ribu Buruh Tolak Omnibus Law

Unjuk rasa keberatan ditetapkannya UU Cipta Kerja Omnibus Law terus berjalan. Pada Rabu (14/10/2020), giliran 50 ribu buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Banten melakukan aksi di depan Kantor Bupati Serang di Jalan Veteran Kota Serang.

Massa aksi bergerak dari perusahaan masing-masing di Serang Barat dan Timur sejak pagi hari. Sebagian ada yang menggelar aksi di depan perusahaan lebih dahulu ada juga yang di kawasan modern Cikande.

Para buruh dari  Nikomas dan PWI 1 di Kabupaten Serang ini mulai memadati ruas jalan sejak pukul 12.30 WIB. Mereka menggunakan sepeda motor, mobil angkutan umum, dan mobil komando lengkap dengan pengeras suara.

Ribuan massa aksi bergerak ke Jalan Veteran sekitar pukul 11.00 WIB dengan konvoi melalui jalan raya Serang – Jakarta. Sekira pukul 12.45 massa aksi tiba di Jalan Veteran. Ini menyebabkan ruas jalan menuju ke Alun-alun Kota Serang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor karena buruh melakukan aksi blokade jalan.

“Kami akan melakukan longmarch dari beberapa tempat titik kumpul yang telah ditetapkan. Ada yang di Cikande dan kawasan modern,” kata Ketua DPD SPN Banten, Intan Puspa Dewi kepada Tribune Banten, Rabu (14/10/2020).

Dia menjelaskan, para buruh berkumpul di dua titik sebelum akhirnya berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang. Rencananya pada 15 Oktober 2020, buruh akan melangsungkan aksi demonstrasi di depan DPRD Kabupaten Lebak. Puncak aksi unjuk rasa akan dilakukan di Kantor Gubernur Banten pada 16 Oktober.

Para buruh meneriakkan tolak Omnibus Law sambil berjalan. Salah satu orator yang berada di dalam mobil komando mengatakan, buruh harus bersatu untuk menyuarakan kepentingan. Ia juga mengingatkan kepada pemerintah Kabupaten Serang agar segera memberikan surat dukungan bukti penolakan kepada pemerintah pusat untuk segera membatalkan Undang-Undang Cipta Kerja.

“Kami tetap menolak omnibus law, kami akan tetap berada disini hingga ada penolakan dari kepala daerah,” kata orator di mobil komando seperti dikutip dari Rmol Banten.

Sri (45), buruh perempuan, sempat berkaca-kaca saat hendak berjalan menuju Pendopo Bupati Serang. Menurutnya, nasib buruh semakin terancam dengan adanya Omnibus Law.

“Nasib anak-anak kami bagaimana Pak. Dengan begini anak saya pasti putus sekolah,” tukasnya.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari ratusan aparat kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Serang. Sementara ratusan polisi dan satpol PP tampak sudah berbaris tepar di gerbang masuk pendopo Bupati Serang. Selain itu kawat berduri pun sudah terpasang menjadi pembatas antara massa aksi dan aparat kepolisian. [sultantv]

(Visited 5 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.