Omnibus Law Disahkan, Dua Ribu Pekerja Turun ke Jalan

Penetapan Omnibus Law yang dianggap merugikan para pekerja, direspons keras para pekerja di kawasan Cikande, Kabupaten Serang. Sekitar dua ribu pekerja dari PT PWI dan Nikomas melakukan aksi di depan perusahaan masing–masing pada Selasa (6/10/2020).

Video aksi yang memperlihatkan ribuan orang turun ke jalan, langsung viral di berbagai akun di Instagram. Aksi pada Selasa pagi sekira pukul 09.00 WIB ini, para pekerja memenuhi jalanan dengan bendera Serikat Pekerja Nasional berkibar-kibar. Para pekerja melakukan aksi protes karena aturan yang disahkan pada Undang-undang Cipta Kerja dianggap sangat menyengsarakan dan merugikan banyak orang.

Poin – poin yang menyengsarakan pada Undang Undang yang disahkan Senin (5/10/2020) ini terutama pada penghapusan upah minimum, jam lembur lebih lama, kontrak seumur hidup dan rentan PHK, pemotongan waktu istirahat, dan mempermudah perekrutan TKA (tenaga kerja asing). Hal lainnya yang menyengsarakan yakni uang pesangon yang dihilangkan, upah buruh dihitung per jam, semua hak cuti hilang dan tidak ada kompensasi, dan tidak akan ada status karyawan tetap.      

Aksi yang berlangsung di Jalan Serang-Jakarta ini sempat membuat kemacetan total. Pintu Tol Cikande ditutup selama 20 menit. Kemacetan terjadi begitu memasuki gerbang tol Cikande. Kemacetan juga terjadi di sepanjang jalan Serang-Jakarta.

Kapolres Serang AKBP Mariyono menjelaskan, aksi unjuk rasa digelar sekira pukul 07.00 WIB. Lalu lintas kembali bisa dilalui sekitar pukul 09.00 WIB.

“Ada sekitar 2 ribu orang, ada orasi tertib, yang menimbulkan kemacetan di depan PT PWI dan Nikomas,” kata Mariyono kepada Detik.com, Selasa (6/10/2020).

Kepolisian sempat melakukan rekayasa lalu lintas. Pengendara dari daerah barat dialihkan ke tol Ciujung dan dari timur ke Jalan Ciasem kemudian ke arah Lebak.

Sekitar 2 ribu buruh yang melakukan aksi adalah karyawan yang masuk shift pagi dan saat keluar. Terjadi penumpukan sehingga menimbulkan penumpukan dan kemacetan.

Penutupan gerbang Tol Cikande juga lanjutnya hanya berlangsung sekitar 20 menit.

Batas unjuk rasa yang diizinkan kepolisian di kawasan ini atau di depan masing-masing perusahaan sampai pukul 16.00 WIB. Kepolisian mengerahkan 298 personel di sepanjang kawasan industri Serang Timur.[sultantv]

(Visited 3 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.