Noken dan Identitas Perempuan Papua

Bagi masyarakat Papua, noken memiliki makna filosofis dan simbol-simbol kehidupan yang mendalam. Noken dianggap sebagai simbol peremepuan  Papua, kesuburan, kekeluargaan, ekonomi, kehidupan yang baik, perdamaian, dan identitas.  Dari keunggulan dan keunikan noken tersebut mengantarkan tas rajut khas Papua ini masuk dalam Daftar United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai salah satu “Warisan Budaya Tak Benda” atau intangible heritage.

Noken juga memiliki filosofi sebagai rahim ibu yang merawat anak-anaknya. “Selain digunakan untuk mebawa hasil kebun, ibu-ibu di Papua biasa menggendong anak-anak menggunakan noken, kemudian menyelimutinya,” kata Maria Hasto saat menjadi pembicara dalam dialog bertajuk The Power of Noken Papua, kemarin (30/11), di Kuningan, Jakarta. Acara tersebut juga dalam rangka peluncuran kanal budaya www.kulturina.id, situs yang mengangkat khazanah budaya nusantara.

Isteri Sekjen PDI Perjuangan ini juga aktif dalam kegiatan sosial pemberdayaan perempuan Papua. Maria menambahkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap perempuan-perempuan Papua, Maria bersama rekan-rekannya membuat satu gerakan ‘Satu Hati untuk Papua’. Gerakan yang berfokus di Distrik Silo Karno Doga, Wamena ini mengajak perempuan Papua untuk aktif berkreatifitas seperti membuat noken.

“Untuk mengikis konflik, kita harus menggunakan pendekatan kebudayaan. Saya kira semangat kulturina juga demikian,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Pengajar Budaya FIB Universitas Indonesia  Suma Riella Rusdiarti, noken mengandung simbol kesuburan dan mewakili peran perempuan yang tidak hanya berada dalam wilayah domestik, tapi juga peran perempuan dalam ruang publik. Bagi Suma, perempuan Papua punya peran sebagai pemersatu yang bertanggung jawab melindungi keluarga.

“Mereka membawa beragam barang kebutuhan rumah tangga, membawa barang hasil kebun untuk dijual di pasar. Artinya mereka melakukan kegiatan ekonomi untuk kebutuhan keluarga di ruang publik,” kata Riella yang menjadi narasumber dalam dialog tersebut.[]

(Visited 33 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.