Nilai Ekspor Banten Naik 4,26 Persen

Nilai ekspor Banten Agustus 2018 naik 4,26 persen dibanding ekspor Juli 2018, yaitu dari sebelumnya sebesar US$1.067,69 juta menjadi US$1.113,22 juta. Hal ini berdasarkan berita resmi statistic yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten tahun 2018.

Peningkatan ekspor tersebut terutama disebabkan oleh ekspor nonmigas Agustus 2018 yang mengalami peningkatan 4,43 persen dibanding Juli 2018, dari US$1.065,69 juta menjadi US$1.067,69 juta mengingat pada ekspor migas justru terjadi penurunan nilai ekspor hingga 81,69 persen. Khusus ekspor migas, penurunan tersebut disebabkan oleh nilai ekspor komoditi hasil minyak yang mengalami penurunan, sedangkan pada komoditi minyak mentah dan gas tidak terdapat kegiatan ekspor pada Agustus 2018.

Dibanding kondisi bulan yang sama tahun 2017, nilai ekspor Banten Agustus 2018 juga mengalami peningkatan yakni 12,96 persen. Peningkatan nilai ekspor tersebut didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 13,09 persen dan dibarengi oleh penurunan ekspor barang migas. Lebih lanjut, nilai ekspor kumulatif Banten untuk periode Januari – Agustus 2018 mencapai US$7.946,76 juta atau meningkat 6,68 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ekspor periode tersebut lebih disebabkan oleh ekspor nonmigas yang meningkat 6,02 persen dan dikuatkan oleh meningkatnya ekspor barang migas yang cukup signifikan.

Sementara itu, nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang (HS 2 digit) pada Agustus 2018 mencapai US$792,49 juta, sementara untuk golongan barang lainnya sebesar US$320,36 juta. Nilai ekspor nonmigas terbesar pada Agustus 2018 berasal dari golongan barang alas kaki (HS 64) yaitu mencapai US$209,76 juta, disusul oleh besi dan baja (HS 72) serta bahan kimia organik (HS 29) dengan nilai ekspor masing-masing sebesar US$124,50 juta dan US$115,79 juta.

Enam dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Agustus 2018 mengalami peningkatan nilai ekspor dibanding bulan sebelumnya.

Sebaliknya, pada empat golongan barang yang lainnya terjadi penurunan. Peningkatan nilai ekspor tertinggi berasal dari golongan barang besi dan baja (HS 72) disusul oleh bahan kimia organik (HS 29) dengan peningkatan masing-masing sebesar US$46,47 juta dan US$24,29 juta. Di sisi lain, peningkatan barang ekspor terendah terjadi pada golongan mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84). Sementara itu, penurunan nilai ekspor tertinggi dan terendah terjadi pada golongan kertas/karton (HS 48) dan tembaga (HS 74) dengan penurunan masing-masing sebesar US$11,94 juta dan US$4,40 juta.[]

(Visited 13 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.