Mulai dari Artefak Hingga Hubungan Luar Negeri, Banten Miliki Nilai Sejarah

Banten merupakan provinsi yang lokasinya berbatasan dengan Ibu Kota Indonesia saat ini DKI Jakarta. Seiring perkembangan zaman, Sejarah Provinsi ini mulai tenggelam dan luntur sedikit demi sedikit.

Tapi ternyata tak semuanya acuh terhadap nilai sejarah yang ada di Banten, masayarakat di kawasan Masjid Agung Banten Lama terutama pengelola Museum sengaja meniatkan diri bermaksud untuk tetap menjaga terus keutuhan eksistensi asal muasal lahirnya Banten.

Diadakannya Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW di kawasan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang. Cukup mampu membuat Wakil Presiden RI, Maruf Amin dibuat Kagum.

“Pameran artefak ini merupakan bukti autentik. Yang lahir jauh setelah Rasul wafat dapat mengenal lebih nyata, umat Islam bisa mendapatkan keberkahan sebagaimana sahabat, Salafus Shalih. Umat bisa mengambil pelajaran untuk melindungi artefak sejarah,” kata Ma’ruf Amin di kawasan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Minggu (16/2/2020).

Provinsi Banten yang dikenal dengan julukan Jawara dan Santri ini juga mampu mempresentasikan diri dalam hal kajian budaya dan sejarahnya, karena dalam pameran tersebut bukan hanya pengetahuan soal artefak Rasulullah SAW, melainkan dijelaskan juga seputar informasi tatkala Kerajaan (dulu) Banten menjalin hubungan langsung dengan luar Negeri.

Tak aneh, karena letak strategis provinsi ini sangat terlihat jelas di peta global, sehingga informasi ini juga mampu membuat Turki pada saat itu tertarik menjalin kerjasama yang baik. selain faktor letak, Nilai Keislaman juga berperan dalam kerjasama dengan Turki ini. Dan satu lagi faktor yang sangat vital pada saat itu ialah hadirnya sosok Syekh Nawawi al-Bantani sebagai pintu utama Banten bahkan Indonesia dalam kajian-kajian nilai islam.

oleh karenanya, untuk saat ini usaha yang dilakukan untuk menjaga nilai-nilai tersebut ialah dengan memberikan unsur-unsur inovasi pada wisata dan religi. hal tersebut juga dituturkan oleh Wakil Presiden Maruf Amin.

Selain pameran artefak, Ma’ruf mendukung kegiatan yang berbasis ekonomi syariah dan pembangunan ekonomi bangsa. Dukungannya itu termasuk penguatan pada industri halal dan wisata religi. Segmen ini akan diatur oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. (AM)

(Visited 9 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.