Kabar tentang Lucky Widja, vokalis band Element, yang mengidap tuberkulosis (TB) ginjal menarik perhatian publik. Selama ini, TB lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Padahal, bakteri TB juga bisa menyerang organ lain, termasuk ginjal.
Apa itu TB Ginjal?
TB ginjal merupakan bagian dari TB ekstra paru, yaitu infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang ginjal. Penyakit ini biasanya berkembang secara perlahan dan sering kali baru terdeteksi ketika kondisinya sudah cukup lanjut.
Bagaimana TB Bisa Menyerang Ginjal?
Bakteri TB umumnya masuk ke tubuh melalui paru-paru. Jika tidak tertangani dengan baik, bakteri dapat menyebar melalui aliran darah dan menetap di organ lain, termasuk ginjal. Proses ini bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala yang jelas.
Gejala TB Ginjal
TB ginjal kerap disebut “penyakit senyap” karena gejalanya tidak spesifik. Beberapa keluhan yang bisa muncul antara lain:
- Nyeri pinggang atau punggung bawah
- Anyang-anyangan atau nyeri saat buang air kecil
- Urine bercampur darah
- Demam ringan berkepanjangan
- Penurunan berat badan dan mudah lelah
Karena mirip dengan infeksi saluran kemih biasa, TB ginjal sering terlambat didiagnosis.
Apakah TB Ginjal Berbahaya?
Jika tidak ditangani, TB ginjal dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen, penyempitan saluran kemih, hingga gagal ginjal. Namun, jika terdeteksi dini, TB ginjal dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.
Pengobatan TB Ginjal
Pengobatan TB ginjal umumnya sama dengan TB pada organ lain, yaitu:
- Konsumsi obat anti-tuberkulosis (OAT) secara rutin selama 6–12 bulan
- Pengawasan ketat agar pengobatan tidak terputus
- Dalam kasus tertentu, tindakan medis tambahan bisa diperlukan bila terjadi komplikasi



