More

    Mau Coba Diet Oatmeal, Begini Tipsnya!

    Diet oatmeal adalah jenis diet yang mewajibkan Anda rutin makan oatmeal, alias bubur gandum atau havermut.

    Jenis diet ini dilakukan dengan mengonsumsi oatmeal sebagai pengganti hidangan utama sehari-hari. Oatmeal dipercaya sebagai salah satu makanan rendah kalori.

    Kalori oatmeal semangkuk (160 gram) relatif rendah, yakni hanya 142 kkal. Selain itu, asupan ini bisa memenuhi kebutuhan serat harian yang baik untuk kesehatan pencernaan.

    Namun, makan oatmeal sebagai pengganti makanan pokok tidak langsung menurunkan berat badan.

    Anda harus makan oatmeal untuk menggantikan makan besar yang berkalori tinggi, lalu Anda juga perlu aktif mengurangi asupan kalori harian.

    Mengutip situs Harvard Health Publishing, orang dewasa membutuhkan asupan kalori sekitar 1.200 – 1.500 kkal setiap hari agar berat badan turun secara efektif.

    Untuk menurunkan 0,5 – 1 kg per minggu dengan diet oatmeal, Anda harus mengurangi 500 – 1.000 kalori setiap hari.

    Cara yang bisa Anda lakukan, yakni dengan mengurangi porsi makan atau berolahraga lebih banyak.

    Akan tetapi, Anda juga harus berhati-hati. Jangan sampai terlalu banyak mengurangi kalori karena dapat memperlambat proses metabolisme tubuh.

    Bagaimana cara melakukan diet oatmeal?

    Diet oatmeal pada umumnya berlangsung dua fase. Masing-masing fase dilakukan selama seminggu. Berikut detail diet oatmeal dalam setiap fase.

    1. Fase 1

    Anda diwajibkan makan oatmeal tiga kali sehari untuk makan pagi, makan siang, dan malam selama 7 hari pertama.

    Selama waktu tersebut, Anda hanya diperbolehkan makan bubur gandum utuh dan bukan oatmeal instan.

    Anda juga bisa mengonsumsi buah-buahan sebagai camilan atau pendamping oatmeal.

    Setelah itu, mulai kurangi frekuensi makan oatmeal Anda menjadi 2 kali sehari.

    2. Fase 2

    Pada minggu kedua, Anda bisa mengonsumsi oat sebanyak 1 – 2 porsi sehari dan didampingi dengan makanan rendah lemak lainnya.

    Contohnya, Anda sarapan dan makan siang dengan bubur oat. Lalu, makan malam ditutup dengan makanan ringan yang sehat, seperti kacang-kacangan dan potongan buah.

    Anda bisa menambahkan asupan buah dan sayur lebih banyak dan diperbolehkan makan oatmeal instan. Pastikan total kalori per hari tidak lebih dari 1.300 kkal.

    3. Fase 3

    Pada minggu ketiga, Anda bisa kembali dengan pola makan seperti biasa.

    Namun, pastikan Anda tetap mengonsumsi oatmeal setidaknya sekali sehari. Imbangi pula dengan makanan sehat lainnya.

    Jika membayangkan tiga minggu penuh makan oatmeal terasa berat untuk Anda, ada strategi diet sehat lain. Anda bisa makan oat dua kali sehari selama enam hari berturut-turut.

    Apa saja anjuran diet oatmeal?

    Ada beberapa anjuran saat ingin memulai jenis diet yang satu ini. Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar progam penurunan badan semakin efektif.

    1. Jumlah oatmeal

    Agar tidak menambah asupan kalori harian, Anda perlu menghitung memperhatikan berapa banyak oatmeal yang harus dimasak.

    Idealnya, takaran oatmeal untuk diet adalah sebanyak ½ cangkir atau sebanyak 45 gram dalam seporsi. Perlu Anda ingat, ini adalah takaran oatmeal yang kering sebelum dimasak.

    2. Bahan tambahan

    Agar zat gizi seimbang tetap terpenuhi, Anda bisa menambah makanan pendamping oatmeal.

    Tambahkan kacang-kacangan serta sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

    Untuk menambah rasa, Anda bisa menambahkan sedikit susu skim atau yoghurt rendah lemak tanpa gula.

    Selain menggunakan buah-buahan, menaburkan bubuk kayu manis agar oatmeal terasa manis.

    Anda bisa menambahkan makanan berprotein tinggi, seperti ikan dan dada ayam tanpa kulit.

    Pastikan metode memasak yang dipilih bukan digoreng agar tidak menambah kadar lemak dari minyak.[]


    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    36,400PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru