Masuk 6 Besar Finalis Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif Kategori Pemerintah Provinsi, Sekda Banten Paparkan Konsep Smart Government

Hari ini, Jumat (16/10/2020) Pemerintah Provinsi Banten mendapat giliran presentasi finalis Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif Kategori Pemerintah Provinsi. Presentasi di Kanal Youtube Kemenristek/BRIN ini Pemerintah Provinsi Banten diwakili Al Muktabar Sekretaris Daerah Provinsi Banten.

Di depan juri, selama 23 menit Sekda Provinsi Banten memaparkan tentang berbagai hal antara lain potensi ekonomi, visi misi Banten 2017-2022, revitalisasi Banten Lama, capaian pembangunan spesifik, arah kebijakan RPJMD, penanggulangan Covid-19, sampai talas beneng yang berpotensi sangat besar sebagai komiditi ekspor.

“Inovasi pandemi Covid-19 terutama penanganannya, Banten di tengah kawasan zona merah sampai ke sebelas minggu, zonanya kuning, kita lihat sekarang Propinsi Banten berada di rengking 13 dan 14,” terang Al Muktabar saat presentasi.       

Al Muktabar juga memaparkan tentang pendidikan gratis di Banten pada level SMA, SMK, SKh. “Pendidikan sudah melampaui lebih jauh dari mandatori,” kata Al Muktabar.

Ia juga memastikan layanan kesehatan di Banten maksimal dan berkualitas. Perataan pertumbuhan ekonomi, talas beneng yang menjadi komoditi ekspor pun dipaparkan Al Muktabar.  

“Kami menyimpulkan Banten telah melakukan berbagai langkah demi terciptanya iklim investasi di Banten,” tukasnya.  

Para juri mengapresiasi, selama usia 20 tahun Banten antara lain korupsi indeks Banten jadi tiga terbaik. Ini dianggap luar biasa oleh para juri dan diapresiasi. Juri menyimpulkan yang diunggulkan dari presentasi Pemprov Banten adalah pondasi dari smart government berbasis IT.

Matheos Tan mewakili juri menanyakan banyak hal yang titik tekannya inovasi teknologi pada pemerintahan berbasis smart government. Pertanyaan lain datang dari juri Endang S Sunaryo yang menyingung produk unggulan daerah, talas beneng.

“Ini satu diferensiasi yang jelas karakteristiknya. Yang sayaa ingat dari Banten adalah talas beneng. Saya ingin tahu sucess story-nya, apakah bibitnya sudah dimurnikan. Dari hulu sampai hilir apakah Pemda sudah punya peta yang jelas untuk pengembangan talas bening, karena sangat potensi untuk ekspor,” terangnya.

Menjawab ini Al Muktabar menjelaskan, Pemprov Banten sedang menyiapkan BUMD Agro untuk mengurusi talas beneng yang bisa digunakan juga sebagai komoditi pangan, obat, kosmetik, dan tembakau.

“Kalau sudah orientasi ekspor keluar daerah dan keluar negeri, harus ada keterjaminan pasokan. Kita ekplore betul jumlah, kualitas, ketepatan waktu, dan sebaagainya. Pendekatannya menggunakan kelembagaan. Tapi tidak mengurangi porsi keterlibatan masyarakat, karena masyarakatlah yang menemukan,” kata Al Muktabar.

Teknologi olahan sudah di-backup dengan hak paten. Gubernur Banten juga kata Al Muktabar, sangat konsen.  

Pada akhir sesi para juri yang diwakili moderator mengepresiasi dan menyebut budidaya talas beneng adalah uniqness atau diferensiasi dari Propinsi Banten dalam sumber daya alam. Dalam hal ini kata juri, talas beneng harus betul-betul disiasati strateginya untuk bisa dikembangkan secara sistematis.

“Mudah-mudahan pada tahun depan kita mendapat gambaran secara kuntitatif oleh Pemprov Banten terhadap sumber daya alam yang dimiliki. Luar biasa dalam 20 tahun sudah bisa paling tidak menjadikan government yang smart yang kemudian nanti kita scalling up pada hal-hal lainnya potensi sumber daya alam talas beneng,” kata moderator.

Sekadar tahu, apresiasi Kemenristek/BRIN melalui Anugerah Pemerintah Daerah Inovatif  Tahun 2020 ini ditujukan bagi Pemerintah Daerah baik di Provinsi, Kabupaten, hingga Kota yang telah menghadirkan aspek-aspek inovatif. Meliputi lima aspek yakni inovasi pemerintah daerah dalam mendorong tumbuh-kembangnya inovasi di daerah  mencakup kepemimpinan, kebijakan, anggaran, sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), start up dan budaya Inovasi.

Aspek kedua, kolaborasi antara akademisi, business, government, communities (ABG+C). Aspek ketiga yakni produk unggulan daerah (PUD) yang dihasilkan memberikan nilai tambah, produktivitas dan meningkatkan daya saing daerah. Aspek keempat, ketersediaan infrastruktur digital untuk pengembangan inovasi daerah. Aspek kelima, yakni inovasi untuk pencegahan, penanggulangan serta pemulihan ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Pada tahap ini, terpilih enam finalis dari masing-masing kategori pemerintah daerah yang diwajibkan untuk memaparkan aspek-aspek inovatif pada daerah mereka masing-masing. Pemaparan daerah inovatif dari Provinsi Jawa Tengah & Banten berlangsung penjurian live melalui Youtube pada Jumat (15/10/2020) pukul 09.30 WIB.

Melalui web diskominfo.bantenprov.go.id, Pemprov Banten memaparkan, Anugerah Inovasi Indonesia Tahun 2020 sebagai rangkaian acara Hartkenas (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional) ke-25. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi, Kabupaten/Kota terkait atas kinerjanya untuk memperkuat ekosistem inovasi di wilayahnya. (sultantv)

(Visited 12 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.