JAKARTA – Seniman Remy Sylado meninggal dunia pada Senin (12/12). Keponakan Remy, Eleonora Moniung, sebelumnya menyebut seniman tersebut pertama kali mengalami stroke pada 2019 dan sempat dibawa ke rumah sakit.
Saat itu kondisinya membaik dan dibawa pulang ke rumah. Ia lalu kembali stroke pada 2020
“Sebelumnya pernah, 2019, dia [Remy] kena serangan stroke tapi ditangani, tapi yang parah 2020, dia sudah mulai kakinya sakit,” ujar Eleonora.
Remmy Sylado disebut terakhir berobat ke rumah sakit pada Desember 2020. Setelah itu, sastrawan ini menjalani perawatan jalan di rumah.
“Sudah bolak-balik dia. Dua minggu lalu sempat ke rumah sakit, lalu balik lagi ke rumahnya di Cipinang, kemudian minggu ini masuk lagi sekitar tiga hari yang lalu,” kata Ketua Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Evry Joe.
Kala itu, Remy Sylado smepat tidak sadarkan diri. Menurut Evry, Remy yslado menderita penyakit komplikasi. Umurnya yang tak lagi muda juga jadi salah satu penyebab kesehatannya semakin menurun.
“Sadar tidak sadar kondisinya di ICU. Sakitnya udah tua, komplikasi lah. Sakit tua lah, cuci darah,” ujar Evry kala itu.
Remy Sylado disebut tidak hanya mengidap hernia, tetapi juga stroke dan katarak. Namun, ia belum bisa menjalani perawatan secara sekaligus karena usianya yang tak lagi muda. []





