Legenda Pesepak Bola Ahn Jung-Hwan, Pahlawan Korsel yang Dibenci Italia

Ahn Jung-Hwan bersama timnas Korea Selatan pernah membuat heboh dunia sepak di Piala Dunia 2002. Hal itu terjadi saat Ahn membobol gawang Italia di fase gugur.

Tahun 2000, Ahn memulai petualangannya di Italia bersama Perugia. Klub yang tampil di Serie A itu meminjam salah satu bintang masa depan timnas Korsel dari klub Busan Daewoo Royals.

Ketika itu, Ahn jadi pemain pertama asal Negeri Ginseng yang merasakan kerasnya persaingan Serie A.

Karier Ahn berjalan cukup baik bersama tim yang bermarkas di Stadion Renato Curi. Meski tak langsung jadi idola fan seperti bintang timnas Jepang, Hidetoshi Nakata, kehadiran Ahn pada akhirnya cukup diterima suporter tim berjuluk Grifone tersebut.

Di musim pertama, Ahn mencetak empat gol dari 15 laga. Namun, performanya menurun di musim kedua karena dari jumlah pertandingan yang sama hanya bisa mencetak satu gol.

Beruntung penurunan performa itu tidak membuat Presiden Perugia, Luciano Gaucci, enggan memberinya kontrak permanen. Beberapa bulan jelang Piala Dunia 2002, Ahn mendapat ganjaran kerja kerasnya di Perugia lewat kontrak permanen dengan transfer 1,2 juta poundsterling.

Ahn pun bisa membela Korsel dengan lebih tenang karena nasibnya musim depan sudah jelas. Pemilik 71 caps dan 17 gol itu juga tampil luar biasa bersama Korsel yang berstatus salah satu tuan rumah gelaran ini bersama Jepang.

Di bawah asuhan pelatih berpengalaman Guus Hiddink, timnas Korsel mengejutkan banyak pihak. Taeguk Warriors melangkah hingga fase gugur hingga akhirnya bertemu Italia di babak perdelapan final.

Laga melawan Gli Azurri jadi awal dari kontroversi yang melibatkan Ahn dan Perugia. Ahn diturunkan Hiddink sebagai pemain inti di laga tersebut.

Ahn sebenarnya memulai laga ini dengan buruk karena gagal menaklukkan kiper Gianluigi Buffon dari tendangan 12 pas pada menit kelima pertandingan. Tiga belas menit berselang, Italia bahkan unggul melalui gol Christian Vieri.

Korsel yang tampil di hadapan publik sendiri bisa menyamakan skor berkat gol Seol Ki-Hyeon pada menit ke-88 dan pertandingan berlanjut ke masa perpanjangan waktu. Di masa perpanjangan waktu, Ahn mencetak gol mencetak gol penentu kemenangan melalui sundulan sekaligus membuat Italia masuk kotak.

Gol itu disambut sukacita oleh Ahn dan seluruh masyarakat Korea. Ahn menjadi pahlawan mereka meski langkah Korsel dihentikan oleh Jerman di semifinal Piala Dunia 2002.

Apresiasi yang luar biasa dari publik Korsel berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Italia. Gaucci geram pada Ahn karena gol yang dicetaknya menghentikan langkah Italia, sang juara dunia tiga kali.

“Pemain itu takkan pernah menginjakkan kakinya di Perugia lagi. Dia hanya fenomenal ketika melawan Italia dan saya ini seorang nasionalis,” kata Gaucci kepada Gazetta dello Sport. 

“Saya mengambil keputusan ini bukan hanya karena dia melukai kebanggaan Italia. Dia juga menunjukkan sikap tak hormat kepada negara yang membukakan pintu untuknya dua tahun lalu. Saya tak berniat menggaji orang yang merusak sepak bola Italia.”

Pernyataan Gaucci ini kemudian jadi kontroversi karena orang nomor satu Perugia itu dianggap kekanak-kanakan. Gaucci juga sempat menarik kembali ucapannya dan menyetujui opsi pembelian Ahn.

Namun, Ahn menolak tawaran kontrak tiga tahun yang diberikan Perugia karena sudah terlanjur sakit hati. “Saya tidak akan lagi membahas transfer saya ke Perugia yang menyerang karakter saya ketimbang memberi selamat untuk gol saya di Piala Dunia,” ucapnya.[]

(Visited 5 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.