TANGSEL – Budayawan Banten, Uten sutendy menilai kinerja dari Bappelitbangda dan pemda terakit penanggulangan masalah pokok di Tangsel meliputi banjir dan sampah patut dipertanyakan. Pasalnya menurut Uten, kedua permasalahan pokok yang terjadi di Tangsel tak kunjung selesai. Hal tersebut Uten sampaikan dalam Kick Tangsel Sultan TV edisi Rabu, (28/12/2022).
“Dalam penanggulangan sampah misalnya di Cipuecang, itu bagaimana? Sebetulnya apa permasalahannya? Kok dari dulu tidak pernah selesai. Ini sudah berapa periode? Enggak heran kalau ada yang mempertanyakan bagaimana kinerja para dewan ini sebetulnya,” tegas Uten.
Menurut Uten, dalam lima tahun terkahir Tangsel sering dilanda banjir. Padahal dari segi infrastruktur, Tangsel memiliki sembilan situ dan lima sungai, cukup aneh jika masih terjadinya banjir.
“Secara strukturkan Tangsel itu memiliki sembilan situ dan lima sungai, harusnyakan bisa lebih mudah untuk drainase dan aliran airnya. Bahkan dulu BSD menjadi salah satu wilayah dengan drainase terbaik Tapi kenapa dalam lima tahun terkahir ini kok banjir terus?” lanjut Uten.
Namun demikian, Uten juga melihat dari segi perencanaan Bappelitbangda sudah cukup baik, tetapi dalam implementasi serta pengawasannya yang masih kurang. Uten menilai kurangnya ketegasan dari para dewan dalam menggebrak kebijakan yang ada.
“Kesannya dewan ini agak terlalu formal dalam menyikapi permasalahan pokok di Tangsel, kurang ‘greget’ dalam menggebrak kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemda,” pungkas Uten. []




