More

    Kota Tangerang Jadi Penyumbang Terbanyak PMK di Provinsi Banten

    SERANG – Sebanyak 2.050 hewan ternak di Provinsi Banten terkena penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari jumlah tersebut, penularan terbanyak berada di wilayah Kota Tangerang.

    “Sampai saat ini ada 2.050 hewan ternak terinfeksi PMK. Terbanyak ada di Kota Tangerang, sekitar ada 800an kasus. Makanya ini kita prioritaskan vaksin untuk sapi perah dan sapi potong,” Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, dikutip Rabu (6/7/2022).

    Menurutnya, Kota Tangerang menjadi kota perlintasan distribusi hewan ternak, terlebih mendekati hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah, diduga kuat menjadi alasan membludaknya angka PMK di sana.

    “Kemarin ada peningkatan yang cukup tinggi, khususnya berkembang di Kota Tangerang. Tapi biasanya itu bagian dari lalu lintas sapi dari tata olah dagang,” jelas Al Muktabar.

    Kendati demikian, Muktabar meyakinkan kalau daging hewan yang terinfeksi PMK aman untuk dikonsumsi secara normal. Asal, daging tersebut diolah secara benar dan matang.

    “Bahwa masyarakat tidak perlu panik, karena berdasarkan data analisis medis kesehatan bahwa itu tidak berefek ke manusia tentu harus diolah baik dan benar. Tingkat kesembuhannya pun sekarang tergolong tinggi yakni 42 persen,” ujar Muktabar.

    Diketahui, pada Minggu (3/7) gelombang ketiga kedatangan vaksin PMK mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dari Prancis. Al Muktabar membuka langsung boks yang berisi vaksin PMK tersebut di dalam peti kemas.

    Wabah PMK yang menimpa hewan ternak ini turut mempengaruhi harga kambing dan sapi lokal untuk kurban di Hari Raya Idul Adha 2022. Bahkan, harga sapi kurban lokal bisa menyentuh Rp 40 juta per ekor. []

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    36,400PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru