Presenter televisi dan penyiar radio Karina Soerjanatamihardja mengatakan bahwa seseorang tidak harus menjalani karier yang panjang sebagai atlet terlebih dahulu untuk bisa berkontribusi bagi negara.
Kay, sapaan akrabnya, yang kini menjabat sebagai Ketua Komite Rugby Wanita Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) mengaku tidak punya banyak kesempatan untuk bermain sebagai atlet rugby di Indonesia.
“Jadi, perempuan-perempuan yang saat ini dapat bertanding (rugby) adalah perempuan-perempuan yang beruntung,” ungkap Kay, saat menjadi narasumber program Cita Perempuan yang tayang di Sultan TV, pada Jumat (29/10/2021).
Ia menyebut, cabang olahraga rugby baru bisa terealisasi resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di tahun 2021. Hal itu merupakan perjalanan yang cukup panjang, di mana persiapan sudah mereka lakukan sejak 2014.
Kay mengakui, pihaknya memaksakan cabang olahraga rugby untuk bisa eksibisi di PON XIX Jawa Barat 2016 sebelumnya. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan, rugby tidak akan dipertandingkan di PON XX Papua 2021. Secara otomatis, mereka tidak akan bisa ikut bertanding.
“So, eksibisi itu akhirnya kita dapat, alhamdulillah, dengan segala keterbatasan. Waktu itu, cukup banyak yang ikut (pertandingan). So, dari situ, kita berkembang lagi,” tuturnya.
Sebagai perempuan dan masih sangat muda, Kay merasakan kesulitan ketika terlibat di organisasi yang didominasi laki-laki. Bahkan, di Indonesia, dirinya masih dan selalu menjadi satu-satunya perempuan di ruangan meeting.
“Even internationally, kalo aku udah meeting untuk Asia, kita juga jumlah perempuannya dikit sekali. Baru, nih, 2 atau 3 tahun terakhir sebelum pandemi, di 2018 ada peningkatan karena di-push banget,” sebut Kay.
Diketahui, Karina Soerjanatamihardja merupakan Wakil Ketua 1 Women’s Advisory Committee Rugby Asia yang juga pernah meraih World Rugby Women’s Executive Leadership Scholarship.
Di sisi lain, menurutnya, rugby merupakan olahraga paling progresif dalam hal women empowerment.
“Aku berharap perempuan Indonesia makin berani, makin nekat. Perempuan Indonesia yakin akan potensinya dan apa yang bisa dia capai. Jadi, jangan sampai memandang rendah diri sendiri,” tandasnya.





