CILEGON – Dampak pandemi covid-19 rupanya masih terasa bagi para pelaku Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) di Kota Cilegon.
Lantaran hal itu, Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Cilegon menggelar acara Coffe Morning dan Diskusi Sinergitas Program Pengembangan Ekonomi Usaha Mikro Kecil (UMK) di Kota Cilegon yang berlokasi di The Royal Krakatau Cilegon, Rabu (22/06).
Pada kesempatan itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, pelaku UMKM memiliki peranan penting dalam pemulihan ekonomi.
“Kegiatan ini hanya sebagai sharing saja dalam rangka meningkatkan dan mempersiapkan pemulihan ekonomi setelah kita dilanda pandemi covid-19 yang mengakibatkan perekonomian tidak stabil. Perlu diketahui bahwa UMKM ini memiliki peran yang penting dalam menopang kebangkitan ekonomi,” katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Helldy mengaku, jika dirinya ingin mengembangkan UMKM di Kota Cilegon.
“Setiap bank itu memiliki dana KUR, kami selaku Pemkot Cilegon ingin membantu menyalurkan dana KUR tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan untuk mengembangkan UMKM mereka yang sedang dijalankan,” ujarnya.
Oleh karena itu,Helldy minta kepada seluruh perbankan di Kota Cilegon agar bisa melaporkan jumlah dana KUR yang tersedia pada masing-masing bank.
“Hal itu dilakukan agar nantinya kita bisa mengetahui jumlah keseluruhan dana KUR yang tersedia di Kota Cilegon. Agar nanti bisa disalurkan untuk membantu para pelaku UMKM. Hal ini dilakukan agar ekonomi kita dapat tumbuh dan juga sebagai langkah untuk mengembangkan UMKM,” imbuhnya.
Kata dia, KUR merupakan program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM yang berupaya dalam memberikan kebijakan pemberian kredit, pembiayaan modal kerja dan investasi kepada individu/perseorangan, badan usaha dan kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan yang belum cukup.
“Tujuan dilaksanakannya program KUR yaitu untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” tambahnya.
Helldy berharap, program KUR dapat dimaksimalkan dengan baik bagi para pelaku UMKM di Kota Cilegon.
“Dengan adanya upaya maksimal, maka kita dapat membantu para pelaku UMKM agar dapat maju dan berkembang. Jika itu bisa terealisasi, hal itu bisa menopang dalam mempercepat pemulihan ekonomi di daerah dan nasional,” pungkasnya. (mam)




