KOTA SERANG, Sultantv.co – Ribuan jemaah dan zuriat Kesultanan Banten memadati kawasan alun-alun Banten Lama untuk mengikuti puncak peringatan Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin Banten ke-456 Hijriah (470 Masehi) pada Senin malam (30/03/2026).
Acara yang berlangsung khidmat meski diguyur hujan lebat ini menjadi simbol persatuan antara ulama, pemerintah (umara), dan masyarakat.
Ketua Pelaksana Haul Agung, H. Didin Solahudin, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini dimeriahkan dengan rangkaian. Festival Kebantenan yang variatif. Dimulai sejak 24 Maret, kegiatan meliputi Khatmil Quran 30 juz nonstop selama 24 jam, isbat nikah massal, khitanan massal, hingga perlombaan hadroh dan qasidah.
“Haul ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan dakwah serta kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin sebagai pendiri Kesultanan Banten,” ujar Didin.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten dan aparat keamanan yang menjaga kondusivitas acara.
Gubernur Banten, H. Andra Soni, dalam sambutannya menekankan bahwa kejayaan Banten di masa lalu harus menjadi inspirasi pembangunan masa kini. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 1678, Banten merupakan salah satu kota pelabuhan terbesar dan termakmur di dunia.
“Momentum Haul Agung ini menjadi penguat tekad kita bersama untuk meneladani nilai perjuangan, keimanan, dan kepemimpinan beliau. Kami berharap dukungan seluruh pihak untuk program revitalisasi kawasan Banten Lama guna meningkatkan potensi wisata religi dan budaya,” tegas Andra Soni. Ia juga mencanangkan visi Banten yang maju, adil, merata, dan tidak korupsi.
Turut hadir Wakil Menteri Sosial (WamenSos), Agus Jabo Priyono, yang memberikan pesan mendalam mengenai jati diri bangsa. Ia memaparkan bahwa Sultan Maulana Hasanuddin mewariskan tiga pilar peradaban yang luar biasa, yaitu Istana Surosowan (politik/pemerintahan), Masjid Agung (spiritualitas), dan Pelabuhan Internasional (ekonomi).
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Pemerintahan tidak bisa lepas dari aspek historis dan spiritualitas. Mari kita bangkitkan lagi kearifan lokal agar bangsa kita memiliki jati diri yang hebat,” kata Agus Jabo. Ia juga mendorong agar Haul Sultan Maulana Hasanuddin dapat masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Acara semakin istimewa dengan kehadiran Duta Besar Iran untuk Indonesia, Muhammad Boroujerdi. Selain memberikan apresiasi atas pelestarian budaya Banten, Dubes Boroujerdi juga menyampaikan pesan kemanusiaan dan terima kasih atas solidaritas masyarakat Banten terhadap isu-isu dunia Islam.
Puncak acara haul ditutup dengan tausiyah dari KH. Ashari Amri dan pembacaan doa bersama serta istighosah yang dipimpin oleh para kasepuhan Kesultanan Banten. Suasana haru dan khidmat menyelimuti jemaah saat melantunkan selawat di bawah rintik hujan, menandai berakhirnya rangkaian Haul Agung tahun 2026 ini.




