26 C
Serang
Monday, January 25, 2021

Dukung Usaha Ekonomi Produktif, Dinsos Siapkan Beragam Bantuan

Guna mendukung kemandirian usaha masyarakat, mengentaskan kemiskinan, dan membantu menyejahterakan masyarakat, Dinas Sosial Provinsi Banten menyiapkan beragam program bagi masyarakat, antara lain bantuan usaha produktif.

Seperti tertuang dalam amanah Undang Undang No 12 tahun 2011,  Zaenal Arifin, Kasie Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Dinsos Provinsi Banten, untuk mendapatkan bantuan usaha produktif, harus masuk dalam data  terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

DTKS ini lanjut Zaenal, merupakan data terpadu yang menjadi acuan pemerintah dalam hal kesejahteraan sosial dan masyarakat yang tergolong fakir miskin.

“Ini menyangkut by name by addrees, sudah lengkap. Nama sudah ada, kriteria juga sudah ada di sistem, sehingga tidak ada lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, bicara data, simpang-siur. Sekarang sudah satu pintu di Kemensos,” tutur Zaenal saat menjadi narasumber program Bincang Hari Ini Sultan TV, Kamis (26/11/2020).

Bantuan usaha ekonomi produktif ini kata Zaenal masuk dalam pembahasan dengan Bapeda di 2021. Sasarannya ada dua, yaitu perorangan dan kelompok. Bantuan ini biasa dikenal kelompok usaha bersama.

Bantuan ini belum bisa dalam bentuk uang melainkan barang. “Misalnya usahanya sembako. Syaratnya harus ada embrio dulu. Kalau sudah ada embrio, misal buka warungan kecil, nanti dibantu dalam bentuk barang. Diharapkan, bantuan ini bisa menambah modal,” jelas Zaenal.

Selain program bantuan usaha produktif ini, Dinsos juga memiliki program bantuan lain. Misalnya berkaitan dengan penanganan fakir miskin dan tujuh  program dinsos lainnya. Enam di antaranya ada bantuan baik dalam bentuk uang maupun barang. Seperti uang jaminan lanjut usia, orang disabilitas, anak yang diurus yayasan panti asuhan, atau setiap 17 Agustus bantuan untuk janda keperintisan kemerdekaan.

“Ada juga program Kube untuk Karang Taruna. Kalau di balai sosial, lansia terlantar itu program bantuannya berupa makanan, kesehatan, pelayanan dalam panti. Bantuan untuk gelandangan dan  pengemis juga ada. Ada lagi bantuan untuk fakir miskin. Rencananya baru tahun depan direalisasikan untuk perorangan,” imbuh Zaenal.

Dampak Covid-19, Zaenal mengakui, angka kemiskinan meningkat. Jika merujuk data BPS, bahkan bisa mencapai satu juta orang lebih. Ia berharap, masyarakat yang diberi bantuan ada pergantian karena masih banyak orang miskin yang belum merasakan bantuan dari program ini. “Angka kemiskinan itu fluaktuatif,” tuturnya. (sultantv-01)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,619PengikutMengikuti
23,150PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru