BerandaBERITADua Hari Jalan Kaki Tanpa Alas Suku Baduy Serahkan Upeti

Dua Hari Jalan Kaki Tanpa Alas Suku Baduy Serahkan Upeti

SERANG – Seba Baduy merupakan salah satu ritual yang dilaksanakan setiap tahun oleh Suku Baduy. Tradisi silahturahmi kepada Gubernur Banten yang mereka panggil Bapa Gede.

Saat tradisi ini berlangsung diikuti oleh Suku Baduy luar dan Baduy dalam menyerahkan hasil bumi kepada pemerintah setempat atau disebut sebagai upeti.

Penyerahan hasil panen tersebut dilakukan tanpa paksaan atau dengan sukarela karena hasil bumi yang melimpah.

Suku Baduy luar dan Suku Baduy dalam menempuh perjalanan selama dua hari. Uniknya, Suku Baduy dalam menempuh perjalanan dengan jalan kaki tanpa alas kaki berbeda dengan Suku Baduy dalam yang diperbolehkan menempuh perjalanan dengan kendaraan.

Warga Baduy dari 7 kejaroan (Desa) dan 76 kampung akan melakukan jalan Kaki dari Ciboleger (Baduy Luar) menuju ke Kota Serang, dan uniknya mereka (warga Kanekes).

Salah seorang Suku Baduy Luar yang akrab dipanggil Pak Sanip (76) menceritakan Seba Baduy dilaksanakan setiap tahun. Kata dia, setiap kampung akan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti Seba Baduy, akan tetapi jumlah perwakilan tidak ditentukan.

“Ada satu kampung dua orang, ada juga satu kampung puluhan orang,” katanya saat ditemui di Alun-Alun Barat Kota Serang, Sabtu (29/4).

Kata dia, perjalanan yang ia tempuh menghabiskan waktu sekitar 2 hari lebih, waktu tersebut sudah beserta dengan jam istirahat. Kata dia, perjalanan yang lama dikarenakan ada beberapa tempat yang hrus disinggahi.

Pria tua yang tidak menunjukkan rasa lelah itu, menceritkan perjalanan pulang tidak akan memakan waktu selama keberangkatan.

Kata dia, ia bersama dengan warga baduy lainnya, akan menyerahkan hasil bumi yang bermacam-macam seperti buah pisang, padi, durian, gula aren, dan palawija untuk diserahkan kepada Bapa Gede atau Pemerintah Provinsi Banten.

“Banyak aa, buah-buahan, padi, gula,” kata pria yang sudah memiliki lima orang cucu itu.

Penyerahan hasil bumi itu, dilakukan sebagai wujud syukur dan hormat terhadap pimpinan dan juga bersilahtuhrami.

Ia juga mengatakan seba baduy hanya diikuti oleh kaum pria saja. Hal itu, dikarenakan para pria lebih kuat dan terbiasa melakukan pekerjaan berat. Itulah mengapa para perempuan tidak diizinkan untuk mengkuti Seba Baduy.[Fik]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular