SERANG, Sultantv.co – Anggota Komisi I DPRD Kota Serang, Edi Santoso mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Serang agar mampu menambah satu ruang kelas baru di masing-masing sekolah menengah pertama negeri (SMPN), khusus di wilayah Kecamatan Taktakan.
Usulan tersebut penting direalisasikan, mengingat tingginya animo masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah negeri terdekat.
Pernyataan ini disampaikan Edi Santoso usai dirinya turut melerai aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para calon orang tua murid, yang protes ketika anaknya gagal diterima di SMPN 12 Kota Serang, dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur domisili.
“Kita dorong Pemerintah Kota Serang untuk bisa menambah satu ruang kelas baru di setiap sekolah yang sudah ada,” ujar wakil rakyat Dapil Kecamatan Taktakan ini, Senin, 30 Juni 2025.
Alasan Edi mendorong penambahan ruang kelas baru di masing-masing sekolah negeri, demi meminimalisir adanya polemik orang tua murid yang protes akibat anaknya gagal diterima lewat jalur domisili saat pelaksanaan SPMB.
Tak hanya itu, DPRD juga mendorong Pemkot Serang agar membangun gedung sekolah baru, mengingat keberadaan SMP negeri di Kecamatan Taktakan sangat terbatas.
Terlebih, angka pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut juga terus bertambah setiap tahunnya.
“Idealnya harus ada 6 sekolah negeri. Tapi sekarang cuma ada 3 sekolah. Jadi harus bangun sekolah lagi yang baru,” kata Edi.
Adapun dari tiga sekolah yang ada di Kecamatan Taktakan yaitu SMPN 6 Kota Serang, SMPN 12 Kota Serang, dan SMPN 21 Kota Serang.
“Kita sih berharap pak wali kota bisa menambah kuota atau satu ruang kelas baru di masing-masing sekolah yang sudah ada, dan membangun gedung sekolah baru di Kecamatan Taktakan,” ucap politisi Gerindra ini.
Jika dua hal tersebut tidak direalisaikan, maka menurut Edi, persoalan kekurangan ruang kelas dan ketidakpuasan warga terhadap SPMB akan terus terjadi di kemudian hari.
Dirinya pun mencontohkan kasus yang terjadi di SMPN 12 Kota Serang, yang ditumpangi siswa dari warga Cikulur, Kecamatan Serang.
Kemudian, SMPN 6 Kota Serang didominasi murid dari luar Kecamatan Taktakan. Seperti warga Lontar, Kaloran, Kaujon, dan Kepandean, yang merupakan wilayah Kecamatan Serang.
“Menurut saya masalah ini akan terus terulang setiap tahunnya, kalau tidak ditambah ruang kelas baru dan gedung sekolah baru. Karena jumlah SD di Taktakan lebih banyak, ketimbang jumlah SMP, jadi ga seimbang,” pungkas Edi.
Merespon permasalahan di atas, Wali Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan bahwa pihaknya sudah merencanakan pembangunan dua gedung sekolah baru di Kecamatan Taktakan, yaitu SMPN 23 dan SMPN 24 Kota Serang.
Pembangunan dua gedung sekolah tersebut dijadwal pada tahun 2026 mendatang, untuk meminimalisir persoalan keterbatasan ruang kelas.
“Iya bener di Taktakan akan ada dua sekolah baru akan saya bikin, tanahnya luas. SMPN 23 dan SMPN 24,” ujar Budi, saat ditemui di salah satu restoran.
“Tahun depan (2026) saya bangun. Biar bisa mengurangi hal-hal seperti ini (keterbatasan ruang kelas),” jelasnya. (Roy)



