Hari kedua pengabdian di desa, Forum Mahasiswa Pontirta diisi dengan acara Dialog Publik yang bertemakan tentang kemaritiman. Ada tiga pemateri yang menjadi pembicara dalam acara tersebut, pertama Akademisi Untirta, Didik Ariwibowo ST., MT yang menjelaskan mengenai pemanfaatan dan perkembangan teknologi tangkap ikan. Kedua, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang, Suharjo yang membicarakan kebijakan pemerintah dalam memanfaatkan SDA Teluk Banten. Pembicara terakhir Sul Ikhsan selaku aktivis mahasiswa dari Tirtayasa yang membicarakan mengenai potensi bahari Teluk Banten.
Acara dimulai dari pukul 13.00-16.00 Wib dan diramaikan oleh rekan mahasiswa, aparatur desa, dan BPD Desa Tengkurak. Pada kesempatan ini, Suharjo menjelaskan mengenai program dan kegiatan pemerintah dalam memanfaatkan SDA Teluk Banten. Mulai dari pembuatan rumpon, budidaya rumput laut jenis gracilia, cattoni, dan penanaman bakau untuk meningkatkan dan memaksimalkan potensi bahari Teluk Banten, sekaligus menjaga dari abrasi dan filterisasi limbah.
Sementara Didik Ariwibowo menjelaskan, mengenai alat sederharana berupa lampu LED yang bisa dipasang pada perahu nelayan, yang berfungsi sebagai pengumpul ikan pada satu titik. Yang terkahir Sul Ikhsan menjelaskan mengenai potensi-potensi bahari, dari mulai musim udang, ikan, dan melimpahnya SDA lainnya di Teluk Banten.
“Acara ini dilaksanakan sebagai pembelajaran, bagi teman-teman mahasiswa, dan masyarakat, khususnya masyarakat Tengkurak dalam memahami potensi dan cara pemanfaatanya,” Ujar Riyan Hidayatullah selaku ketua pelaksana. “Harapanya setalah kegiatan ini, sinergitas dari mahasiswa, dinas terkait, aparatur desa, dan masyarakat bisa harmonis dalam menuntaskan masalah dan memaksimalkan potensi yang ada secara bersama-sama.”



