Di Tengah Ramainya Hastag ‘Hidup Mahasiswa’, Ide Kreatif Mahasiswa Malang Ini Patut Dicontoh

Siapa yang tidak tahu kampung warna warni di malang. Belakangan, kampung tersebut menjadi sorotan para fotografer dan pengunjung. Perkampungan yang dulu kumuh disulap menjadi objek foto yang cantik dan instagrammable. Destinasi tersebut terletak di kampung Jodipan, Malang. Usut punya usut, awal mula kampung warna-warni itu ada, atas ide mahasiswa jurusan komuniikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

Berangkat dari tugas praktikum public relation, ke delapan mahasiswa tersebut menemukan keresahan tasa prilaku buruk warga dalam menjaga kebersihan. Maka tujuan utamanya adalah memberikan kesadaran masyarakat kampung Jodipan untuk tidak buang air sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan. Namun hal itu sulit dilakukan karena memang pola pikir masyarakatnya yang kurang baik. Dari sana ditemukan ide yang cukup menarik yaitu mencat beberapa rumah dengan warna-warni yang cantik yang diharapkan dapat menjadi dorongan warganya untuk menjaga kebersihan.

Dengan menggandeng perusahaan cat besar di kota Malang, mereka mulai bergerak. Ternyata warna-warni cat yang mencolok itu berhasil menarik banyak pasang mata dan menjadi objek kunjungan para wisatawan local maupun manca Negara. Dari banyaknya pengunjung tersebut, akhirnya dengan sendirinya warga merasa malu jika tidak menjaga kebersihan sehingga mereka bersama-sama menjaga lingkungannya agar tetap bersih.

Dalam pengerjaannya, dilakukan secara gotong royong oleh warga dan mahasiswa dibantu dengan beberapa TNI dalam pengerjaan yang dirasa sulit serta beberapa tukang dari pihak perusahaan cat. Pengerjaan dimulai pada bulan juni 2016 dan baru diresmikan pada bulan September.

Ide kampung warna-warni itu muncul karena terinspirasi dengan Rio De Janeiro di Brazil. Kini karena kreativitas mahasiswa dengan dibantu warganya, kampung tersebut menjadi destinasi wisata di Malang yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Keberadaannya kini  diakui pemerintah dan dibantu dalam pengembangannya. Kampung warna-warni di Jodipan menjadi inspirasi di beberapa kota lain untuk melakukan hal yang sama.

Sejumlah pengunjung yang datang, dapat berkeliling kampung melewati gang-gang sempit di dalam kampung yang berada di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Sementara warga di sana tetap beraktivitas seperti biasa. Para wisatawan dapat mengambil foto suasana kampung ataupun selfie dari ketinggian.

Untuk dapat memasuki kawasan perkampungan tersebut, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar lima ribu rupiah saja untuk waktu yang tidak terbatas. Dari popularitas kampung tersebut setidaknya menambah pemasukan APBD dan memberi keuntungan tersendiri untuk para warganya.

Tidak hanya mahasiswa yang dapat melakukan hal tersebut. Siapapun dengan ide kreatifnya serta didukung oleh banyak pihak, mampu mewujudkan hal yang luar biasa. Kaum muda dengan ide-ide segarnya dituntut untuk dapat melakukan perubahan. Karenanya, sinergitas antara kaum muda dengan pemerintah sangat berpengaruh dalam kemajuan bangsa. Hidup mahasiswa!

(Visited 3 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.