Akhir-akhir ini marak anak-anak bermain game Roblox. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti melarang siswa SDN 02 Jakarta Pusat main game tersebut. Menurutnya game ini tidak baik bagi anak-anak berusia Sekolah Dasar.
Game sendiri menurut psikolog klinis, Maharani Octy Ningsih selalu memiliki Dua sisi, baik dan buruk. Tergantung bagaimana anak memainkan game dan peran pengawasan orang tua. Game yang dimainkan secara tepat dapat meningkatkan fungsi kognitif otak.
Melalui game atau permainan, anak bisa mendapatkan pengetahuan baru, belajar bahasa baru, dan lebih kreatif. Anak juga bisa melatih kemampuan menyelesaikan masalah, meningkatkan suasana hati, membentuk karakter pantang menyerah, mengembangkan kemampuan sosial dengan berinteraksi sesama pemain game, menumbuhkan empati, melatih kemampuan berbahasa anak, dan mempererat hubungan anak dan orang tua.
Anak-anak suka dengan hal-hal yang menyenangkan. Anak-anak jadi sering menghabiskan waktu bermain game sampai kecanduan. Hal ini memicu dampak yang tidak baik jika dilakukan terlalu sering.
Berikut dampak buruk bermain game jika tidak dibatasi dan diawasi:
Kesehatan mata terganggu akibat terlalu lama menatap layar
Gangguan motorik karena anak lebih banyak duduk diam dan jarang bergerak
Nyeri sendi karena terlalu banyak bungkuk atau tiduran
Menurunkan tingkat konsentrasi karena adanya perubahan sel-sel dalam otak
Anak kurang bersosialisasi karena keasikan main game
Anak kurang pandai berkomunikasi
Jadi lebih agresif akibat sering main game dengan unsur kekerasan
Bermain game bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan membawa manfaat apabila dilakukan dengan porsi secukupnya. Jika anak kecanduan game, segera hubungi psikolog untuk mendapatkan saran dari ahlinya.
[Radika]



