SERANG, sultantv.co – Program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bernama Serang Mengaji terus mencatat perkembangan yang sangat signifikan dan melampaui target yang ditetapkan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Serang, Budi Rustandi, saat menghadiri acara tasyakuran dan tadarusan yang digelar di SMPN5 Kota Serang, sebagai rangkaian kegiatan pasca pelaksanaan Penilaian Standar Akhir Jenjang (PSAJ) Tahun Pelajaran 2025/2026.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Rustandi memaparkan data perkembangan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami Al-Quran di lingkungan pendidikan, baik SD maupun SMP, yang menunjukkan peningkatan signifikan secara berkesinambungan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.
Pada Oktober 2025 lalu, persentase capaian berada di angka 87 persen untuk jenjang SD dan 86 persen untuk SMP. Kemudian pada Februari 2026, meningkat menjadi 89 persen untuk SD dan 95 persen untuk SMP.
“Terbaru, pada periode Maret hingga April 2026, capaiannya terus naik menjadi 90,53 persen untuk jenjang SD dan 97,12 persen untuk jenjang SMP,” ungkap Budi kepada wartawan, Rabu, 29 April 2026.
Menurut Budi, peningkatan tersebut merupakan hasil kerja keras bersama dan dinilai sebagai pencapaian yang luar biasa, mengingat pelaksanaan program ini membutuhkan dukungan sarana prasarana yang memadai serta perencanaan yang matang.
Ia bahkan meyakini bahwa target penyelesaian Serang Mengaji secara menyeluruh dapat tercapai pada tahun berjalan ini.
“Ini peningkatannya luar biasa dan mungkin di tahun ini bisa selesai. Ini progres dari Serang Mengaji sudah luar biasa. Capaian minat Al-Quran tingkat Kota Serang ini 90,53 persen. Contoh ini gak mudah ya karena program Serang Mengaji sebenarnya harus ada penganggaran terkait Al-Quran,” jelasnya.
Salah satu keberhasilan utama dalam pelaksanaan program ini adalah tersedianya seluruh kebutuhan utama yakni Al-Quran, tanpa harus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemkot Serang bekerja sama dengan Badan Wakaf Al-Quran (BWA) yang telah bersedia menyalurkan bantuan berupa kitab suci Al-Quran secara cuma-cuma kepada para pelajar.
Budi menyampaikan, nilai manfaat dari bantuan tersebut sangat besar jika dihitung secara finansial. Harga satuan Al-Quran yang beredar di pasaran saat ini berkisar di angka Rp150.000 per eksemplar.
Dengan jumlah kebutuhan yang mencapai 7.000 eksemplar, maka nilai keseluruhannya diperkirakan mencapai jumlah yang sangat besar, bahkan miliaran rupiah.
”Coba bayangkan kalau beli itu bisa sampai Rp150 ribu per Al-Quran, terus dikali 7.000 yang dikirim ke sini, berapa miliar tuh. Alhamdulillah kita tanpa ada beban APBD dari keuangan negara,” ujarnya.
”Alhamdulillah kita bekerja sama dengan BWA yang mensupport Al-Quran tanpa beban APBD dan secara teknis pak kiyai satgas langsung berjalan. Tentu kalau tidak ada Al-Quran repot juga, dan beliau (KH Enting) juga yang mencari BWA ini semangat dan cita-cita beliau dari dulu, bagaimana menciptakan Serang Mengaji,” sambungnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua Satgas Serang Mengaji, Kepala Dindikbud, pihak relawan dan seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, dukungan yang diberikan merupakan perwujudan dari cita-cita luhur para tokoh agama di Kota Serang yang sejak lama menginginkan agar kegiatan pembelajaran Al-Quran dapat berjalan secara optimal dan menyeluruh di lingkungan pendidikan.
“Alhamdulillah di era saya bisa berjalan dengan baik. Dan ini cita-cita para kiai di Kota Serang. Tentu kalau kita punya niatan baik pasti ada aja jalannya dan ini bukti yang terjadi di Kota Serang bahwa Serang Mengaji bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Budi menyampaikan pesan penting yang disampaikannya dalam sambutan acara, yaitu agar kegiatan membaca dan mempelajari Al-Quran tidak hanya dibatasi pada waktu dan ruang lingkup pendidikan di sekolah saja.
Ia berharap para peserta didik dapat terus mengembangkan pemahaman dan mengkaji lebih dalam kandungan serta makna yang terkandung di dalam Al-Quran. Sehingga manfaat dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan diamalkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
“Supaya para pelajar terus dikupas ilmunya, dikaji dan mendalami ilmunya lebih dalam,” pinta Budi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri menambahkan, pelaksanaan program ini melibatkan peserta didik dari tiga jenjang pendidikan, yaitu TK, SD, dan SMP. Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan pelaksanaan program ini telah mencapai lebih dari 90 persen.
Ia menjelaskan, saat ini masih tersisa sekitar 200 orang siswa dari total 7.000 siswa kelas 9 SMP yang masih dalam proses pembelajaran. Pihaknya menargetkan seluruh siswa tersebut telah mampu membaca Al-Quran dengan baik paling lambat pada bulan Juli 2026 mendatang.
“Ini adalah progres yang luar biasa. Kita tinggal didorong nanti dimasifkan di bulan Juli 2026 semua kelas 9 itu target kita itu sudah bisa baca Al-Qur’an semua,” ujar Nuri.
Dengan demikian, lanjut Nuri, ketika mereka lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seluruh lulusan SMP Negeri di Kota Serang sudah memiliki kemampuan dasar tersebut sebagai bekal dan pondasi dalam menuntut ilmu pengetahuan selanjutnya.
Dirinya juga menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan dalam program ini berjalan tanpa menggunakan anggaran daerah. Mulai dari penyediaan sarana pembelajaran, hingga dukungan dari relawan Serang Mengaji berjalan atas dasar keikhlasan dan komitmen bersama.
”Kita bergerak menerjemahkan visi Walikota atau pun program yang strategis yaitu Serang Mengaji. Itu tanpa APBD, kita ikhlas aja dan ternyata progresnya lumayan. Nah ini supra rasional dari membaca Al-Quran dengan semangat pak walikota menggerakkan Kota Serang Mengaji. Menurut saya ada sebuah mistikus cinta yang turun dari langit untuk kita di Kota Serang ini,” tandasnya. (Red/ RG)




