BANTEN, Sultantv.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis data jumlah penduduk miskin di Banten turun 772.780 orang. Angka tersebut turun dibandingkan tahun lalu.
Pada periode Maret 2025 turun 4.700 jiwa atau 0,07 persen menjadi 772.780 orang atau 5,63 persen, dari 777.490 orang atau 5,70 persen pada September 2024.
Penurunan penduduk miskin turut didorong oleh inflasi yang terkendali dan pertumbuhan pada industri pengolahan.
“Pada periode ini, angka garis kemiskinan pengeluaran rumah tangga di Provinsi Banten sebesar Rp 3.571.692 juta,” tulis rilis dari BPS Provinsi Banten, Jumat, 25 Juli 2025.
Sedangkan, garis kemiskinan per kapita mencapai Rp 684.232 juta. Rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi Banten memiliki anggota rumah tangga sebanyak 5,22 orang.
Garis kemiskinan untuk kebutuhan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan, setara 2.100 kalori per kapita per hari pada 52 jenis komoditi.
“Sementara, garis kemiskinan untuk kebutuhan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok bukan makanan lainnya,” ungkapnya.
Di perkotaan mencapai 51 jenis komoditi bukan makanan. Sedangkan, di perdesaan mencapai 47 jenis komoditi bukan makanan.
Peran komoditas pangan mencapai 73,01 persen dalam angka garis kemiskinan. Jenis komoditas makanan itu antara lain: beras, telur ayam ras, rokok filter, dan kopi bubuk instan.
Sedangkan komoditas bukan makanan antara lain: perumahan, bensin, pendidikan, listrik, serta perlengkapan mandi.
“Pasca pandemi Covid-19, tren penurunan angka kemiskinan di Provinsi Banten terus terjadi sejak periode Maret 2023. Dari 6,24 persen pada periode September 2022 turun menjadi 5,63 pada periode Maret 2025,” ujar BPS Banten.
Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 5,58 persen. Dibanding September 2024, jumlah penduduk miskin Maret 2025 perkotaan naik sebanyak 21,4 ribu orang.
Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2025 sebesar 5,89 persen. Jumlah penduduk miskin perdesaan menurun sebanyak 26,1 ribu orang.
BPS Provinsi Banten mencatat, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2024-Maret 2025.
Antara lain terjadinya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Februari 2024-Februari 2025 sebesar 0,38 persen poin;
Kedua, inflasi y-o-y pada periode Maret 2024-Maret 2025 terkendali sebesar 0,70 persen.
Ketiga, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada Triwulan III Tahun 2024 (y-o-y) sebesar 4,61 persen dan Triwulan I Tahun 2025 (y-o-y) sebesar 5,48 persen;
Keempat, industri pengolahan baik secara q-to-q dan y-o-y tumbuh secara positif, yaitu sebesar 0,61 persen dan 4,51 persen. (Roy)




