Benarkah Tanaman Tidak Memiliki Perasaan? Berikut Jawaban Para Ilmuwan

Pernahkah kita berpikir apakah pohon memiliki rasa takut? Cemas? Atau bahagia misalnya? Pernahkah kita berpikir apa yang dirasakan  pohon ketika seharian bermandikan cahaya matahari?

Pada foto ilustrasi di atas, terlihat betapa cahaya matahari menyengat tubuh batang mereka. Lalu, apakah mereka merasa nyaman atau risih atas cahaya matahari yang menyengatnya?

Kemudian ketika  pohon itu tumbang. Apakah dia bisa meminta pertolongan? Atau mungkin menangis? Sepertinya itu hanya anggapan kita di dongeng-dongeng.

Sebuah artikel di Livescience.com mengatakan, “Jangan lampiaskan emosimu pada tanaman, mereka tidak memiliki perasaan”. Dan perkataan ini menjawab semua pertanyaan di atas. Lalu, bagaimana bentuk kesadaran pada  tanaman?

Berikut jawaban para ilmuwan.

Ketika sebuah  pohon tumbang di hutan, mereka tidak menyesal, menangis, atau meminta tolong sekalipun. Mereka tidak mengalami ketakutan, marah, sedih juga kebahagiaan. Sekalipun kita -manusia- melihatnya teronggok di atas tanah.


Pohon -dan semua  tanaman, dalam hal ini- tidak merasakan apa-apa sama sekali. Karena kesadaran, emosi, dan kognisi adalah ciri khas hewan saja.

Pada awal tahun 2000-an muncul istilah neurobiologi  tanaman. Ini adalah aspek pada  tanaman yang bisa mencirikan kesamaannya dengan binatang. Sekalipun  tanaman tidak memiliki otak, tapi mereka memiilki semacam sinyal elektrik pada batang dan daunya. Sebagai bentuk respons atas sesuatu yang terjadi pada mereka.

Ternyata gagasan itu adalah omong kosong, para  tanaman mengatakan biologi  tanaman sangat kompleks dan sangat berbeda dengan hewan.

Pada awal tahun 2000-an muncul istilah neurobiologi  tanaman . Ini adalah aspek pada  tanaman yang bisa mencirikan kesamaannya dengan binatang. Sekalipun  tanaman tidak memiliki otak, tapi mereka memiilki semacam sinyal elektrik pada batang dan daunya. Sebagai bentuk respons atas sesuatu yang terjadi pada mereka.

Ternyata gagasan itu adalah omong kosong, para  ilmuwan mengatakan biologi  tanaman sangat kompleks dan sangat berbeda dengan hewan.

Pada hewan, neurobiologi merujuk pada mekanisme biologis yang melaluinya sistem saraf mengatur perilaku semacam penalaran dan pemecahan masalah.

Kemudian mulai tahun 2006, beberapa  ilmuwan berpendapat bahwa  tanaman memiliki sel seperti neuron yang berinteraksi dengan hormon dan neurotransmiter, membentuk “sistem saraf  tanaman “.[]

(Visited 8 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.