BerandaBERITABaru Sebulan Bisnis Barang Haram, Pemuda Asal Kota Serang Dicokot Polisi

Baru Sebulan Bisnis Barang Haram, Pemuda Asal Kota Serang Dicokot Polisi

SERANG – Seorang pemuda berinisial SB (23) warga Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang terpaksa harus berurusan dengan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang, Senin (13/2).

Pasalnya, pria penganguran itu, nekad melakukan bisnis jual beli pil koplo. Karena tergiur dengan keuntungan besar. Akam tetapi, bisnis haram yang ia rintis sudah dihentikan Reserse Narkoba Polres Serang.

Petugas berhasil mengamankan barang haram milik SB sebanyak 1.544 butir pil hexymer dan 80 butir pil tramadol yang dibungkus plastik kresek.

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria menjelaskan penangkapan SB berawal dari informasi warga yang curiga dikarenakan kontrakan SB seringkali dikunjungi orang tidak dikenal.

“Awalnya dari laporan masyarakat yang curiga lantaran kontrakan tersangka kerap didatangi pemuda-pemuda luar kampung,” katanya didampingi Kasatresnarkoba AKP Michael K Tandayu kepada media, Selasa (14/02).

Adanya informasi dari masyarakat itu, Tim Satresnarkoba yang dipimpin Ipda Rian Jaya Surana kemudian melakukan pendalaman informasi. Kemudian Senin sekitar pukul 17.00, Tim Satresnarkoba mengamankan tersangka yang diduga sedang menunggu konsumen.

“Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan bungkusan plastik yang berisi 1 toples berisi 1.000 butir pil hexymer serta 544 butir siap edar yang sudah dikemas dalam kantong klip, masing-masing berisi 4 butir,” ujarnya.

Sementara tersangka SB mengaku ia menjalankan bisnis barang haram itu baru satu bulan karena tergiur keuntungan yang besar.

Ia juga mengatakan bisnis itu, dilakukanya karena ia menganggur dan membutuhkan uang untuk biaya sehari-hari.

Tersangka SB membeli satu toples hexymer seharga Rp700 ribu dengan keuntungan lebih dari Rp1,5 juta. Sedangkan untuk tramadol, tersangka hanya mendapatkan keuntungan Rp18 ribu perkaplet (papan).

“Tersangka terpaksa menjual obat keras karena menganggur. Selain itu, keuntungan yang besar juga menjadi motif lainnya. Keuntungan menjual obat digunakan untuk kebutuhan, termasuk bayar sewa kontrakan,” pungkasnya. (Fik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular