SERANG, Sultantv.co – Kapolda Banten, Irjen Pol. Suyudi Ario Seto, menerima kunjungan kerja (kunker) Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding ke Balai Latihan Poliran Polda Banten, yang berlokasi di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jum’at, 2 Mei 2025.
Dalam kesempatanya, Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan komitmennya dalam mencegah dan memberantas pekerja migran Indonesia, yang memakai jalur ilegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Kepolisian Daerah Polda Banten dan Pemerintah Provinsi Banten beserta masyarakat melalui program Polisi Peduli Pengangguran berkomitmen untuk mencegah dan memberantas penempatan Pekerja Migran Indonesia non Prosedural dan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” ujar Suyudi, saat deklarasi.
Sementara itu, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding mengapresiasi langkah proaktif Polda Banten dalam memberikan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya para calon pekerja migran.
Sebab keberadaan Poliran dinilai mampu mengedukasi masyarakat, tentang pentingnya menjadi pekerja migrasi Indonesia secara legal atau resmi.
“Saya mengapresiasi inisiatif Polri yang memberdayakan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, sebagai bagian dari peran sosial kepolisian,” ujar Kadir, kepada awak media.
Ia menyebutkan, sebanyak 95 persen pekerja migran Indonesia yang menjadi korban kekerasan, eksploitasi, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) adalah pekerja ilegal.
Hal itu didasari minimnya pemahaman bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun tenaga Kerja Wanita (TKW) terhadap dampak negatif, jika memaksa berangkat ke luar negeri tanpa prosedur yang benar atau resmi.
“Oleh karena itu, saya mengajak tokoh masyarakat dan aparat untuk mendukung sosialisasi serta terintegrasi agar masyarakat dapat bekerja di luar negeri secara legal, aman, dan terampil,” ujar Menteri P2MI.
Ia mengatakan, saat ini terdapat 1,7 juta permintaan kerja dari luar negeri, namun baru 297 ribu yang bisa dipenuhi, sehingga perlu peningkatan program pelatihan dan sertifikasi.
Untuk itu, Kementerian P2MI akan terus menggencarkan pelatihan vokasi berbasis keterampilan, bahasa asing, dan sertifikasi resmi.
“Selain itu Banten menjadi daerah transit utama bagi pekerja migran, sehingga dukungan semua pihak, termasuk aparat daerah, sangat penting dalam pencegahan dan pemberdayaan,” tandasnya. (Roy)





