SERANG – Harga beras di Provinsi Banten mengalami peningkatan yang cukup tinggi, kondisi tersebut membuat masyarakat kesusahan untuk memenuhi pangan.
Kondisi tersebut, mengetuk Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten untuk memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Pemanggilan itu, bertujuan untuk mengetahui kondisi yang sedang terjadi di Provinsi Banten dan rencana Pemprov Banten dalam mengatasi persoalan tersebut.
“Insya Allah besok lusa (besok-red) kita akan mengundang dinas-dinas yang berkaitan mitra kerja Komisi II, yang tentunya adalah ketahanan pangan, pertanian, dan kelautan,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Banten, Yoyon Sujana saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/2).
Yoyon menjelaskan, pemanggilannya dilakukan untuk mengetahui kondisi ril di lapangan, dimana pihaknya telah menerima banyak aduan dari masyarakat yang mengeluhkan terkait ketersediaan dan harga beras yang tinggi.
“Pemerintah harus cepat tanggap dalam mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya saat ini dalam melakukan pembelian dan tingginya harga beras,” ujarnya.
Menurutnya, beras merupakan salah satu kebutuhan pangan masyarakat, sehingga ia mewanti agar beras tidak menjadi barang langka dan harga yang terus melambung layaknya emas.
“Saya bukan katanya, bahkan mengantar pelaku usaha untuk membeli beras di Bulog,” tuturnya.
Ia menuturkan, kondisi tersebut salah satunya diakibatkan oleh cuaca ekstrim yang terjadi pada 2023. Hal ini tentunya berdampak pada kondisi awal 2024. Maka dari itu, ia meminta agar pemerintah hadir, dan cepat tanggap dalam mengantisipasi kenaikan harga beras, dan stok beras jangan sampai kosong.
“Tentu melalui Bulog dan gudang-gudang yang ada di Provinsi Banten tidak terlalu kosong, cuma untuk mensuplai ke semua wilayah yang ada di Provinsi Banten ini mungkin tidak tercover karena memang kebutuhannya tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Banten Iip Makmur meminta Pemprov Banten untuk bergerak cepat dalam mengatasi masalah tingginya harga beras di pasaran.
Salah satunya, ia meminta agar Pemprov Banten melakukan operasi pasar di sejumlah daerah yang terdapat lonjakan harga pangan di Banten.
“Kami meminta kepada Pemprov Banten melalui dinas terkait untuk segera melakukan langkah konkrit terhadap kenaikan beras ini, salah satunya operasi pasar dan gelar pangan murah,” katanya.
Tak hanya itu, politisi PKS ini juga meminta Pemprov Banten untuk dapat mendistribusikan cadangan pangan, yang ada di Bulog.
“Jika terdapat anggaran untuk bantuan sosial dan lain-lainnya segera keluarkan, agar harga beras bisa kita tekan khususnya menjelang bulan suci Ramadhan ini,” paparnya.
Sama seperti Yoyon, Iip juga telah mendapatkan banyak aduan dari masyarakat terkait dengan lonjakan harga beras, kondisi tentunya akan berpengaruh terhadap inflasi di Banten.
“Kenaikan beras ini jika terus dibiarkan maka akan menyebabkan inflasi dan berdampak pada harga pangan lainnya,” terangnya. (Fik)



