JAKARTA – Kementerian Keuangan merilis tingkat inflasi per April 2022. Menurut data tersebut, tingkat inflasi sudah berada di level 3,47 persen (yoy), dengan mayoritas harga pangan mengalami peningkatan yang masih bisa dikelola dengan baik.
Mulai dari harga aneka bawang yang masih relatif terjaga. Harga bawang putih mulai mengalami penurunan seiring dengan keluarnya izin impor bawang putih.
Begitu juga dengan bawang merah yang mengalami kenaikan cukup tinggi. Namun kenaikan harga aneka bawang ini tidak terlalu signifikan memberikan kontribusi pada Indeks Harga Konsumen (IHK).
“Bawang putih itu relatif terjaga dan bawang merah itu relatif cukup tinggi,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan FebrIo Kacaribu di Jakarta, dikutip Sabtu (14/5/2022).
Sementara itu harga minyak goreng masih terpantau mengalami gejolak seiring dengan naiknya harga komoditas CPO.
Isu minyak goreng kemasan menjadi perhatian pemerintah karena kenaikannya yang relatif tinggi mengikuti perkembangan nilai keekonomian CPO.
Namun berdasarkan data terkini harga minyak goreng curah mulai melandai.
“Kita lihat harga minyak goreng curah saat ini year to date nya itu negatif 4 persen, ini harus kita jaga,” kata dia.
Begitu juga dengan harga gula pasir yang juga masih relatif terjaga. Memang ada kenaikan tipis menjelang hari raya, namun tetap terkendali seiring dengan adanya musim giling pada Mei-Juni tahun ini.
Kenaikan harga daging sapi beberapa waktu lalu, kata Febrio, tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat yang tinggi menjelang Lebaran. Kenaikan harga tersebut tinggi karena stoknya menipis.
Namun pemerintah telah melakukan penugasan kepada Perum Bulog untuk melakukan upaya stabilitas harga daging. “Mudah-mudahan ke depan bisa dikelola dengan baik,” kata dia. []




