JAKARTA – Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional Yakobus Kumis berang mendesak Kapolri agar segera proses Edi Mulyadi terkait pernyataannya di kanal yutub yang mengatakan ucapan tidak pantas kepada masyarakat Kalimantan. Yakobus menyebut, pernyataan Edy telah melukai hati masyarakat Kalimantan.
Hal itu disampaikan Yakobus Kumis dalam konferensi pers bersama Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Lasarus di Kompleks Jakarta, Selasa (25/2/2022).
“Tentu kami Majelis Adat Dayak Nasional dan seluruh tokoh-tokoh masyarakat Dayak agar persoalan ini atas pernyataan yang disampaikan Edy Mulyadi yang sudah merendahkan martabat, melecehkan seluruh masyarakat Kalimantan. Bahkan Kalimantan sendiri sebagai tempat, yang kita lihat, yang viral, dikatakan sebagai tempat yang tidak layak untuk manusia, yang layak untuk monyet, untuk anak jin, genderuwo, dan sebagainya,” ungkap Yakobus.
Ditambahkan, Yakobus meminta agar aparat segera menindak Edy Mulyadi secara hukum. Dia juga meminta ketegasan tindakan hukum dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
“Menyebut masyarakat adat Kalimantan akan menggunakan sanksi adat jika tak ada tindakan hukum kepada Edy,” tuturnya.
“Jangan biarkan masyarakat Kalimantan Barat bertindak sendiri dengan cara kami,” imbuh dia.
Selain itu, Yakobus juga meminta Edy Mulyadi untuk menyatakan permintaan maaf secara terbuka di hadapan publik. Dia menyebut status Edy Mulyadi yang pernah nyaleg lewat PKS. []



