Ketua Umum Dewan Perwakilan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Abdul Musawir Yahya mengatakan, kendala yang saat ini dihadapi IMM adalah kurang siapnya mahasiswa dalam menghadapi situasi perubahan dan perkembangan zaman yang begitu pesat.
Abdul menyebut beberapa tahun sebelumnya, para aktivis tidak membayangkan situasi di masa yang akan datang. Ia menambahkan, aktivis kala itu hanya menanggapi dan menyuarakan apa yang mereka lihat dan baca saat itu.
“Harusnya seorang aktivis itu bacaannya (situasi) adalah masa depan. Bagaimana kondisi Indonesia di tahun 2045, misalnya. Generasi muda hari ini, sangat jarang membaca bagaimana posisi kita, apa yang kita lakukan untuk di tahun 2045,” ujarnya saat menjadi narasumber program +62 Berbicara yang tayang di SultanTV.
Abdul menilai generasi muda saat ini mudah terbawa arus di era teknologi informasi. Sementara, posisi aktivis seharusnya yang mengendalikan situasi dan membuat suasana bangsa yang berangkat dari pemikirannya.
Menurutnya, kajian para aktivis sebenarnya banyak mengangkat mengenai ekonomi, politik, pendidikan, dan lain sebagainya. Namun, para aktivis tidak terjun sebagai pelakunya.
“Nah itu bisa jadi karena problem-nya adalah sumber daya manusia (SDM) yang kurang diperhatikan. Bukan cuma di IIM, saya rasa, gerakan-gerakan mahasiswa lainnya pun juga begitu,” imbuhnya.
Lebih lanjut Abdul berharap, IMM ke depan harus ada transformasi gerakan. Diakuinya, IMM sebelumnya menerapkan gerakan jalanan untuk menyampaikan aspirasi, namun kini akan menerapkan gerakan yang memanfaatkan perkembangan zaman, seperti menggunakan media sosial dan media-media lainnya untuk menyampaikan gagasan dan pemikiran.
Dalam menumbuhkan sikap kritis serta peka dan peduli terhadap persoalan-persoalan, menurutnya, nilai yang harus ditumbuhkan adalah nilai intelektualitas. Sebab, intelektualitas merupakan salah satu alasan bagi mahasiswa untuk melakukan pergerakan.
“IMM mengajarkan kepada kita untuk tidak taqlid, ikut-ikutan tapi tidak tahu tujuannya. Maka dari itu, kita diajarkan untuk mengasah pikiran, mencerdaskan kehidupan bangsa mulai dari diri kita,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Abdul mengimbau generasi muda untuk tetap tulus dan ikhlas dalam melakukan perubahan setiap harinya. Ia juga mengajak untuk menyempatkan waktu untuk memikirkan dan mengevaluasi permasalahan bangsa serta memberikan solusi-solusi dan ide-ide cerdas untuk kemakmuran rakyat.
Selain itu, generasi muda juga diminta untuk mengumpulkan segala keahlian untuk membaca arah bangsa, yang kemudian dilakukan diskusi untuk menemukan solusi yang tepat bagi kemajuan dan keberlangsungan bangsa.




