More

    Cikolelet, Desa Wisata dengan Daya Tarik Alam dan Budaya di Kabupaten Serang

    Selain dikenal sebagai kawasan industri, Kabupaten Serang juga memiliki sederet tempat wisata yang indah. Namun, tidak hanya Pantai Anyer yang memiliki daya tarik di Kabupaten Serang, terdapat pula Desa Wisata Cikolelet di Kecamatan Cinangka yang memiliki pesona alam dan budaya.

    Di tahun 2021, Desa Wisata Cikolelet termasuk ke dalam 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

    Cikolelet berkembang menjadi sebuah desa wisata yang berbasis keanekaragaman sumber daya alam yang menawan, seni dan budaya, serta ekonomi kreatif yang sangat melimpah.

    Masuk ke dalam Kawasan Wisata Anyer Cinangka, Desa Wisata Cikolelet menyuguhkan pemandangan areal pesawahan, danau, hingga pegunungan. Terdapat area perkemahan yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk bisa menikmati alam lebih lama.

    Selain itu, Desa Wisata Cikolelet juga memiliki jalur sepeda gunung yang disiapkan khusus bagi wisatawan pecinta olahraga alam tersebut.

    Di sekitar Desa Wisata Cikolelet, terdapat air terjun di tengah hutan rindang bernama Curug Lawang. Curug Lawang sangat cocok menjadi tujuan liburan wisatawan untuk melepas kepenatan. Untuk dapat mencapainya, wisatawan hanya perlu berjalan kaki selama 20 menit dari Cikolelet.

    Selain ke Curug Lawang, wisatawan juga bisa mengunjungi destinasi lain yang tidak kalah menarik, seperti Puncak Cibaja yang sering dijadikan lokasi untuk berfoto karena dinilai instagramable. Lalu, destinasi wisata Puncak Kirana dan Curug Kembar yang lokasinya juga tidak terlampau jauh dari sana.

    Di Desa Wisata Cikolelet, jika beruntung, wisatawan mungkin bisa menyaksikan tradisi Ngurah Danau yang masih dipertahankan oleh masyarakat.

    Tradisi Ngurah Danau hanya dilakukan pada waktu tertentu. Ngurah Danau merupakan tradisi membersihkan danau yang diadakan setahun sekali. Seluruh masyarakat akan menuju ke dalam danau yang mulai mengering dan mengambil ikan.

    Selain tradisi Ngurah Danau, ada juga tradisi Mamaca atau bertutur, rampah kok, pertunjukan calung, Ngayun/Marhabaan, Nukuh dan Ngiring Panganten, serta tradisi Moro untuk berburu binatang hama tanaman.

    Desa Wisata Cikolelet juga dikenal akan kesenian tradisionalnya, seperti seni pertunjkan calung, Tari Yalil, Kendang Pencak Silat, Seni Rudat, Rampak Qasidah, serta Kasidah dan Marawis.

    Wisatawan yang berkunjung ke Cikolelet tidak perlu merasa khawatir untuk mendapatkan buah tangan khas. Pasalnya, beragam produk ekonomi kreatif dapat ditemukan di sini. Beberapa di antaranya adalah produk susu kambing etawa, budidaya dan olahan jamur, serta emping melinjo.

    Yang menarik, Menparekraf Sandiaga Uno menyebut emping Desa Wisata Cikolelet memiliki daya saing tinggi dan berpotensi untuk dipasarkan ke pasar internasional.

    Kemudian, proses pembuatan aneka ragam produk ekonomi kreatif seperti kerajinan atap dari daun rumbia, olahan limbah, dendeng ikan lele dan limbat, penyulingan minyak kelapa, serta budidaya burung puyuh dapat wisatawan lihat dan pelajari langsung.

    Untuk dapat mencapai desa wisata yang berada di ketinggian 1.127 mdpl tersebut, wisatawan dapat menempuh perjalanan melalui Tol Cilegon Barat menuju Cinangka–Anyer atau dari Padarincang menuju Cinangka, dilanjutkan ke arah Puncak Gunung Cibaja mengikuti aplikasi google map.

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    36,400PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru