Roti sourdough kian populer di antara kalangan masyarakat yang berkomitmen menjalani pola makan sehat. Pasalnya, roti sourdough mampu menyaingi roti putih dan roti gandum dalam hal keunggulan gizi.
Perbedaan mendasar roti sourdough dan roti biasa terletak pada proses fermentasinya.
Roti biasa umumnya menggunakan ragi instan yang membuat adonan roti mengembang.
Sementara itu, pengembangan roti sourdough memanfaatkan proses fermentasi alami yang mengandalkan ragi liar dan bakteri asam laktat dari tepung.
Jenis tepung dan bahan tambahan lain, seperti gula atau garam, dapat memengaruhi kandungan nutrisi roti sourdough.
Dikutip dari laman FoodData Centra U.S. Department of Agriculture, secara umum dalam 100 gram (g) roti sourdough memiliki nutrisi, antara lain:
- Air: 20,6 g
- Kalori: 319 kkal
- Protein: 13 g
- Lemak: 2,14 g
- Karbohidrat: 61,9 g
- Serat: 3,1 g
- Kalsium: 47 miligram (mg)
- Fosfor: 126 mg
- Zat besi: 3,87 mg
- Kalium: 140 mg
- Magnesium: 31 mg
- Zinc: 1,05 mg
- Tiamin (Vit. B1): 0,427 mg
- Riboflavin (Vit. B2): 0,37 mg
- Niacin (Vit. B3): 5,38 mg
- Folat (Vit. B9): 140 mikrogram (mcg)
- Vitamin C: 0,2 mg
Roti sourdough umumnya menggunakan tepung yang sama seperti roti biasa, tapi proses fermentasi meningkatkan kandungan nutrisinya.
Jenis roti ini merupakan sumber karbohidrat yang kaya kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh.
Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi roti sourdough dibandingkan dengan roti biasa.
1. Lebih bergizi dan mudah dicerna
Teknik pengolahan roti sourdough dapat meningkatkan penyerapan kandungan mineral penting yang tubuh Anda butuhkan, termasuk kalium, fosfat, magnesium, dan seng (zinc).
Sebuah penelitian dari Department of Food Engineering di Yildiz Technical University menemukan bahwa bakteri asam laktat bisa membantu menurunkan kadar asam fitat dalam roti.
Asam fitat atau phytic acid dalam roti gandum bersifat antinutrisi, artinya mampu mengikat mineral dan mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerapnya.
Selain itu, bakteri asam laktat mampu melepaskan senyawa antioksidan dan meningkatkan kadar folat (vitamin B9) selama proses fermentasi berlangsung.
2. Meningkatkan kesehatan usus
Manfaat roti sourdough juga berasal dari kandungan prebiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan. Prebiotik adalah jenis serat yang tidak bisa dicerna oleh tubuh manusia.
Prebiotik merupakan makanan untuk bakteri baik di dalam usus besar yang membantu proses pencernaan.
Sebuah studi dalam Journal of Cereal Science menyebutkan fermentasi sourdough bisa menurunkan kandungan gluten pada roti. Gluten sendiri bagi sebagian orang dapat memicu gangguan pencernaan.
Walaupun begitu, penderita intoleransi gluten dan penyakit celiac lebih baik menghindari roti sourdough yang umumnya berbahan tepung gandum, barley, atau rye (gandum hitam).
Artikel terkait
3. Mengontrol kadar gula darah
Sejumlah penelitian meyakini bahwa proses fermentasi roti sourdough dapat mengurangi indeks glikemik (IG) sehingga bermanfaat mengontrol kadar gula darah.
Di samping itu, roti sourdough diklaim cenderung menghasilkan kenaikan kadar gula darah dan insulin yang lebih rendah daripada jenis roti lainnya.
Mengganti asupan roti yang biasa Anda konsumsi dengan sourdough kemungkinan besar dapat mencegah diabetes.
Meskipun begitu, untuk membuktikan manfaat roti sourdough dalam mencegah diabetes masih dibutuhkan studi lebih lanjut.
4. Membantu penurunan berat badan
Salah satu zat gizi yang berperan penting dalam penurunan berat badan adalah serat. Pasalnya, makanan tinggi serat cenderung membuat Anda merasa kenyang lebih cepat.
Roti sourdough bisa membantu menurunkan berat badan karena bahan dasar tepungnya memiliki kandungan serat lebih tinggi ketimbang tepung terigu.
Selain itu, tepung gandum utuh juga lebih rendah kalori dan protein. Kedua zat gizi ini akan membantu Anda dalam mengontrol nafsu makan dan asupan kalori.
Manfaat dari roti sourdough bisa Anda dapatkan saat mengonsumsinya dalam porsi yang tepat. Imbangi pula dengan gaya hidup sehat dan olahraga untuk hasil yang optimal.[]
Sumber: hellosehat.com




