7 Fakta Miris Tentang Mikroplastik, Bukti Manusia Sedang Terancam

Saat ini kabar terkait dengan Mikroplastik sebagai serpihan plastik tak kasat mata yang berukuran 5 milimeter hingga 100 nanometer menjadi perbincangan publik. seperti dilansir dari brilio.net Nanopartikel tersebut berasal dari plastik yang terurai secara alami selama beratus-ratus tahun. Sebab tak terlihat, banyak yang tak menyadari bahwa musuh lingkungan ini nyatanya ada di mana-mana, baik di air, daratan, bahkan udara.

Sebagai ancaman yang sangat serius, paparan mikroplastik yang berasal dari limbah plastik harus segera ditangani. Terlebih jika kamu melihat beberapa fakta tentang mikroplastik yang sangat miris ini.

1. Orang-orang meminumnya.

Ketika mendengar pencemaran plastik, banyak yang berpikir bahwa hal itu hanya mengarah kepada sungai atau laut yang kotor, sebab penuh dengan sampah plastik. Padahal, bukan hanya sungai dan laut yang tercemar, bahkan air minum yang ada di rumah pun tak lepas dari sampah plastik.

Berdasarkan studi baru-baru ini tentang air mineral kemasan yang melibatkan 259 botol dari sembilan negara, diketahui bahwa ada kontaminasi mikroplastik di 242 botol air mineral termasuk air mineral ternama yang dijual di Indonesia. Sungguh miris!

2. Sampah rokok merupakan penyumbang mikroplastik dalam skala besar.

Banyak yang mengira bahwa plastik yang umum mencemari laut adalah kantong plastik. Nyatanya, kuantitas sampah kantong plastik bisa kalah dengan sampah puntung rokok. Banyak yang tak tahu jika filter rokok mengandung plastik yang disebut selulosa asetat, satu filter dapat menjadi ribuan mikropartikel ke lingkungan yang bisa mengganggu ekosistem pantai atau laut. Bahkan puntung tersebut akan mencemari bumi atau laut dengan racun yang masih tertinggal dari proses merokok.

3. Kerang/ Remis dan makanan laut terpapar mikroplastik.

Organisme laut terutama kerang yang sering dikonsumsi manusia ternyata membawa banyak mikroplastik. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris pada tahun 2018, para peneliti membeli makanan laut populer di delapan supermarket yang berbeda, juga mengambil kerang liar dari delapan wilayah pesisir. Kerang liar yang baru diambil dari delapan pantai lokal semuanya dipenuhi plastik. Hasilnya, secara keseluruhan, kerang Inggris menghasilkan sekitar 70 buah plastik untuk setiap 100 gram yang dikonsumsi. Ketika manusia memakan kerang itu, mikroplastik pun telah ditransfer ke dalam tubuh manusia.

4. Arktik pun tidak bisa lepas dari polusi plastik.

Studi yang dilakukan di tahun 2018 tentang sampel inti es menjelaskan konsentrasi mikroplastik di lautan es Arktik. Peneliti menemukan 17 jenis potongan kecil plastik yang berbeda berkerumun di 12.000 partikel per liter. Es laut bertindak seperti perangkap untuk sejumlah besar mikroplastik, mencegahnya mencemari rantai makanan. Namun, perubahan iklim telah mulai mencairkan es dan mengancam akan melepaskan sejumlah besar plastik kembali ke lautan. Ini juga menunjukkan bahwa mikroplastik di lautan pada dasarnya sudah ada di mana-mana.

5. Glitter sangat tak ramah lingkungan.

Berkilauan atau berkelap-kelip. Inilah yang ada di benak kita tentang “Glitter”. Glitter sering digunakan pada riasan, lukisan, kerajinan dan lain-lain. Meskipun banyak yang menyukainya, penggunaan glitter nyatanya tak ramah lingkungan.

Glitter nyatanya merupakan mikroplastik, yakni berasal dari polimer plastik yang disebut polyethylene terephthalate. Oleh karenanya, penggunaan glitter ditentang keras oleh para ilmuwan.

6. Mikroplastik terdapat di garam dapur.

Tak hanya di air kemasan, mikroplastik juga mengintai butiran garam dapur yang biasa dikonsumsi. Polypropylene dan polietilen merupakan 2 polimer plastik yang paling umum ditemukan pada garam di mana kedua polimer ini merupakan plastik yang berasal dari tas belanjaan, botol plastik, dan wadah kotak makan. Duh, kebayang nggak sih betapa mirisnya kalau mikroplastik terus mencemari lautan?

7. Mikroplastik dapat masuk ke dalam sel tubuh manusia.

Mikroplastik sudah mengontaminasi air minum bahkan makanan yang dikonsumsi manusia. Bayangkan jika miliaran orang terus mengonsumsi mikroplastik karena tidak ada sistem penyaringan yang dapat menangani nanopartikel terkecil itu? Ini menyebabkan partikel berukuran yang sangat kecil ini akan dapat masuk ke sel manusia dan dapat mengganggu kesehatan.

(Visited 50 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.