Kain tenun Gringsing Karangasem Bali akan dijadikan cendramata yang akan diberikan kepada para pemimpin negara pada KTT G20. Hal ini dilansir dari instagram Kemenparekraf, Senin (25/4/2022).
Kain tenun Gringsing merupakan salah satu produk ekonomi kreatif khas Desa Wisata Tenganan Pegrisingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Kain ini pun sedang diupayakan untuk segera dikukuhkan menjadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Selain itu, terdapat 5 fakta menarik mengenai kain Gringsing ini, antara lain:
- Satu-satunya Kain Tenun Ikat Ganda di Indonesia
Pengerjaan tenun Gringsing berbeda dengan kain tenun lainnya, yaitu menggunakan teknik ikat ganda, di mana pengerjaan tenun ikat ganda ini lebih rumit dan membutuhkan kesabaran.
Menariknya hanya ada 3 negara yang memiliki kain ikat ganda, yaitu Indonesia, India, dan Jepang.
Jika di India kain ini disebut dengan Patola dan bisa ditemukan di daerah patan Gujarat, India. Sementara di Jepang, pembuatan kain yang menggunakan metode double ikat disebut Kurume Kasuri dan banyak ditemukan di pulau paling selatan bernama Kyushu, Kota Kurume.
- Pewarnaan Secara Alami
Untuk menyelesaikan kain tenun Gringsing membutuhkan waktu hingga 3 bulan atau lebih. Itupun hanya untuk proses pewarnaan benang. Ditambah lagi, proses pemintalan dari kapas harus dilakukan secara tradisional
Proses pewarnaan pada tenun gringsing menggunakan bahan-bahan alami untuk menghasilkan warna merah, kuning, dan hitam. Ketiga warna tersebut dikenal sebagai warna tridatu. Masing-masing melambangkan manusia, pencipta, dan alam yang harus seimbang satu sama lain
- Dipercaya Memiliki Kekuatan Magis
Kain gringsing berasal dari kata “gring” (arti: sakit) dan “sing” (arti: tidak). Bila diartikan secara harafiah bermakna sebagai “tidak sakit” atau “terhindar dari penyakit.” Oleh karena itu, kain Gringsing mengandung makna sebagai penolak bala yang mampu mengusir penyakit rohani.
Kain gringsing dipercaya memiliki kekuatan magis, dapat melindungi pemakainya dari musibah dan marabahaya.
Kain gringsing biasanya digunakan pada upacara keagamaan atau upacara penting dalam kehidupan manusia, seperti pernikahan dan upacara potong gigi.
- Berasal dari Desa Tenganan
Desa Tenganan merupakan salah satu desa tertua di Bali. Desa Tenganan diperkirakan sudah ada sejak abad 8 dan dipercaya merupakan desa asli yang berasal dari kerajaan Majapahit
Meskipun Desa Tenganan merupakan lokasi wisata popular, wisatawan tidak diperbolehkan bermalam tanpa izin dari pemangku adat.
Kain gringsing dianggap sakral oleh warga Desa Tenganan. Kain yang merupakan perwujudan warisan leluhur ini tetap dijaga dan dilindungi keasliannya, baik tata cara maupun proses pembuatannya.
- Salah satu tenun termahal
Melihat proses pengerjaannya yang begitu detail dan penuh ketelatenan, tak heran jika selembar kain gringsing dibanderol mulai dari Rp 900 ribu hingga jutaan rupiah. Meski harganya tak murah, kain gringsing ini banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara





