BerandaBERITA2021 Banten Masih Pembelajaran Secara Daring, Ini Alasannya

2021 Banten Masih Pembelajaran Secara Daring, Ini Alasannya

Beberapa waktu lalu, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menerapkan kebijakan pada 2021 masih memberlakukan pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Diungkapkan Lukman, S.Pd., M.Pd, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdindkbud) Banten, ada beberapa alasan kuat kebijakan ini diterapkan.

“Pertama, hasil kajian Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ikatan Dokter Paru wilayah Banten bahwa telah terjadi peningkatan penyebaran Covid-19 di Banten, terutama terhadap anak-anak. Sampai kasus terakhir, 862 anak terpapar positif korona. Tren terus meningkat dari minggu ke minggu. Minggu lalu ada 59 kasus, dua minggu lalu 69 kasus, dan minggu kemarin 65 kasus,” tukas Lukman seusai menjadi pembicara program Bincang Hari Ini di Sultan Tv, Selasa (29/12/2020).

Melalui surat edaran, kata Lukman, Gubernur Banten mengimbau bupati, walikota, dan kita semua, menunda sementara waktu pembelajaran tatap muka dan kemabli ke daring. Mulai dari Januari sampai dalam batas waktu yang belum ditentukan. Ini untuk menghindari hal-hal yang diinginkan bersama.

Menjawab pertanyaan banyak orang alasan tempat lain dibuka seperti lokasi wisata, restoran, pasar tetap dibuka sementara sekolah tutup, menurut Lukman ada alasan khusus.

“Kondisi anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Orang dewasa kalau dibilang tidak boleh, biasanya diam. Anak-anak dengan batas pemahamannya, kadang-kadang tidak mengikuti dan selalu terkadang mengabaikan. Pertimbangan pemahaman ini menjadi alasan. Daripada ada anak yang terpapar korona walaupun satu orang saja dan jadipermasalahan nasional, makanya pimpinan (Gubernur WH-red) memberikan hak belajar anak dalam bentuk PJJ (pembelajaran jarak jauh-red). Keselamatan dan kesehatan menjadi paling utama,” tukasnya.

Strategi pembelajaran pembelajaran daring mulai Januari nanti seusai liburan semester ganjil selesai, Lukman menjelaskan, sistem pembelajaran dikembalikan ke sekolah masing-masing. Tapi dengan aturan dan protokol kesehatan ketat. (sultangtv-01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular