Waspadai Distimia, Depresi yang Berkepanjangan

Distimia, atau yang juga dikenal sebagai persistent depressive disorder (PDD) merupakan salah satu gangguan mental yang tercantum dalam buku panduan psikiatri dari AS, Diagnostic and Statistical Manual (DSM). Hal ini merujuk pada kondisi saat seseorang mengalami depresi berkepanjangan, minimal selama dua tahun berturut-turut  pada orang dewasa atau setahun pada anak-anak dan remaja.

Dilansir MayoClinic, penderita distimia akan kesulitan merasa bahagia sehingga kerap dipandang sebagai pemurung. Gejala-gejalanya sebagaimana yang dialami Katy, ditambah gangguan tidur, kehilangan nafsu makan atau justru sebaliknya, mudah marah, sering merasa bersalah saat mengingat masa lalu, dan merasa terus kehilangan harapan.

Apa yang Menyebabkan Distimia?

Para ahli tidak yakin akan apa yang menyebabkan distimia atau depresi. Gen mungkin memainkan peranan, tetapi banyak orang yang mengalami masalah ini tidak punya riwayat depresi, dan orang lain yang keluarganya punya riwayat depresi justru tidak mengalami masalah depresi. Fungsi abnormal pada sirkuit otak atau jalur sel saraf (nerve cell pathways) yang menghubungkan area otak yang berbeda-beda, yang mengatur alam perasaan/suasana hati, juga diperkirakan terlibat dalam hal tersebut. Stresor kehidupan yang berat, penyakit yang dialami dalam jangka waktu lama, obat-obatan, dan relasi sosial atau masalah pekerjaan juga dapat meningkatkan kerentanan secara biologis untuk mengalami depresi.

Apa Saja Tanda-Tanda dan Gejala Distimia?

Gejala-gejala distimia sama seperti — tapi lebih sedikit jumlahnya dan tidak sehebat — gejala-gejala pada depresi klinis. Termasuk di dalamnya adalah gejala-gejala sebagai berikut:

  • Kesedihan atau kemurungan alam perasaan/suasana hati pada sebagian besar waktu atau hampir setiap hari.
  • Kehilangan antusiasme pada hal-hal yang semula menyenangkan.
  • Perubahan besar pada berat tubuh (pertambahan atau kehilangan lebih dari 5 % dari keseluruhan berat tubuh dalam jangka waktu satu bulan) atau perubahan pada selera makan.
  • Susah tidur atau tidur hampir di sepanjang hari setiap harinya.
  • Gelisah secara fisik atau menjadi lamban, yang terlihat jelas oleh orang lain.
  • Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari.
  • Perasaan putus asa atau merasa tidak berguna atau rasa bersalah yang kuat hampir setiap hari.
  • Memiliki masalah dalam hal konsentrasi atau membuat keputusan hampir setiap hari.
  • Pikiran yang berulang-ulang tentang kematian, rencana bunuh diri, atau usaha bunuh diri.

Apakah Distimia Umum di Amerika Serikat?

Menurut Institut Nasional Kesehatan Jiwa, sekitar 1,5 % penduduk Amerika dewasa mengalami distimia. Memang tidak melumpuhkan sehebat depresi klinis, namun distimia dapat menjauhkan Anda dari mengalami perasaan yang terbaik dan berfungsi secara optimal. Distimia dapat berawal pada masa kanak-kanak atau masa dewasa dan kelihatannya lebih umum pada wanita [daripada pria – penerjemah].

Bagaimanakah Caranya Distimia Didiagnosa?

Para spesialis kesehatan jiwa pada umumnya membuat diagnosa berdasarkan gejala-gejala yang dialami oleh orang yang bersangkutan. Dalam kasus distimia, gejala-gejala ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama dan kurang kadar keparahannya daripada pada pasien dengan depresi klinis.

Dengan distimia, dokter Anda akan memastikan bahwa gejala-gejala yang Anda alami bukan merupakan pengaruh dari kondisi fisik, seperti hipertiroidisme [penyakit karena kelenjar gondok memproduksi hormon yang lebih dari cukup, menyebabkan denyut jantung dan metabolisme tubuh yang lebih dari biasanya – penerjemah].

Jika Anda merasa depresi atau punya gejala-gejala depresi selama lebih dari dua minggu, konsultasikanlah bersama dokter atau psikiater Anda. Layanan kesehatan Anda akan melakukan pemeriksaan medis menyeluruh, memfokuskan perhatian pada riwayat personal dan riwayat kejiwaan dari diri dan keluarga Anda.

Tidak ada tes darah, sinar-X, atau tes laboratorium lainnya yang dapat digunakan untuk mendiagnosa distimia.

Bagaimanakah Cara Distimia Diobati?

Meskipun distimia adalah penyakit yang serius, akan tetapi penyakit ini sangat mungkin untuk tersembuhkan. Sebagaimana penyakit yang dialami dalam jangka lama lainnya, diagnosa awal dan pengobatan medis dapat mengurangi intensitas dan durasi dari gejala-gejalanya serta juga mengurangi kecenderungan untuk mengalami depresi klinis.

Untuk mengobati distimia, dokter mungkin akan menggunakan psikoterapi (terapi wicara), obat-obatan seperti antidepresan [obat untuk depresi — penerjemah] atau kombinasi antara terapi-terapi ini. Seringkali distimia dapat diobati pada layanan dokter umum.

Apakah Psikoterapi Itu?

Psikoterapi (atau terapi wicara) digunakan pada masalah distimia dan gangguan alam perasaan/suasana hati lainnya untuk membantu orang yang mengalaminya untuk mengembangkan penanganan masalah yang sesuai ketika berhadapan dengan kehidupan sehari-hari dan keyakinan negatif yang salah terhadap diri sendiri. Psikoterapi dapat juga membantu meningkatkan komitmen terhadap obat medis dan kebiasaan gaya hidup yang sehat, sebagaimana juga penting bagi pasien dan keluarganya untuk memahami gangguan alam perasaan ini. Anda mungkin akan menerima manfaat dari terapi individual, terapi keluarga, terapi kelompok, atau terapi dukungan dengan orang lain yang juga mengalami depresi dalam jangka panjang.

Bagaimana Antidepresan Membantu Mempermudah Penyembuhan Distimia?

Ada berbagai golongan antidepresan yang tersedia untuk distimia. Dokter Anda akan memeriksa kesehatan fisik dan mental Anda, termasuk kondisi kesehatan dalam berbagai hal lainnya, untuk menemukan antidepresan yang efektif dengan efek samping yang paling sedikit.

Antidepresan akan memerlukan waktu beberapa minggu untuk bekerja secara penuh. Obat ini harus diminum setidaknya selama enam hingga sembilan bulan setelah episode depresi jangka panjang. Sebagai tambahan, kadang-kadang butuh waktu beberapa minggu untuk secara aman memberhentikan antidepresan, maka biarkanlah dokter Anda memandu Anda jika Anda memilih untuk memberhentikan obat tersebut.

Kadang-kadang antidepresan memiliki efek samping yang tidak membuat nyaman. Itulah mengapa Anda harus bekerjasama dengan erat bersama dokter Anda untuk menemukan antidepresan yang memberi manfaat terbaik dengan efek samping yang paling sedikit.

Hal-Hal Apa Lagikah yang Membuat Saya Menjadi Lebih Baik?

Mendapatkan diagnosa yang akurat serta pengobatan yang efektif merupakan langkah besar untuk merasa lebih baik ketika mengalami depresi jangka panjang. Sebagai tambahan, tanyakanlah kepada dokter Anda tentang manfaat dari kebiasaan gaya hidup yang sehat seperti makan dengan diet yang seimbang dan baik, berolahraga secara teratur, menjauhi alkohol dan merokok, dan punya relasi yang dekat bersama kawan dan anggota keluarga lainnya untuk mendapatkan dukungan sosial. Kebiasaan-kebiasaan yang positif ini juga penting dalam hal meningkatkan alam perasaan dan kesejahteraan batiniah Anda.

Apakah Distimia Dapat Menjadi Lebih Buruk?

Merupakan hal yang lumrah seseorang yang mengalami distimia juga mengalami episode depresi klinis pada waktu yang sama. Ini disebut sebagai depresi ganda. Itulah mengapa merupakan hal yang penting untuk mencari diagnosa yang akurat dalam waktu selekas mungkin. Dokter Anda dapat menyarankan pengobatan yang paling efektif yang dapat membantu Anda untuk menjadi diri sendiri lagi.[]

(Visited 46 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.