Belum lama ini virus Nipah dikhawatirkan para ilmuwan jadi pandemi baru di Asia. Ahli virus asal Thailand di Red Cross Emerging Infectious Disease-Health Science Centre tengah mempelajari soal seberapa besar potensi virus Nipah jadi pandemi berikutnya di Asia.
Dari hasil analisa sampel spesies termasuk kelelawar, ditemukan hewan ini memicu ancaman pandemi baru seperti virus Corona COVID-19. Tingkat kematian virus Nipah pun dilaporkan cukup tinggi berkisar 40-75 persen.
“Ini sangat mengkhawatirkan karena belum ada obatnya dan tingkat kematian yang tinggi akibat virus ini,” katanya dikutip dari laman BBC.
Gejala virus Nipah pada umumnya muncul dalam 4 hingga 14 hari usai terinfeksi. Ada gejala awal yang muncul termasuk demam dan sakit kepala, yang bisa berlangsung 3 hingga 14 hari.
Namun, di beberapa kasus gejala virus Nipah bisa memburuk hingga pasien mengalami koma dalam rentang waktu 24 hingga 48 jam.
Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan virus Nipah bukanlah jenis virus baru. Menurutnya, Indonesia juga sudah mengatur aturan terkait pencegahan jenis penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
“Virus Nipah bukanlah jenis virus baru karena sudah ditemukan sejak 1998 dan memang belum sukses dieradikasi secara global dan ditemukan vaksinnya,” jelasnya seperti dikutip detikcom, Kamis (28/1/2021).
Wiku menjelaskan, aturan tersebut tercantum dalam aspek One Health atau pendekatan kolaboratif terkait kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
“Indonesia sendiri telah mengatur regulasi terkait aspek One Health atau pendekatan kolaboratif yang mencakup kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan pada UU No. 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dan Inpres No.4 Tahun 2019 tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global, dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia,” sambungnya.
Menurut Wiku, masyarakat tak perlu khawatir tetapi tetap penting menjalani protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang ketat disebut Wiku tak hanya mencegah penularan dari COVID-19 saja, melainkan beragam penyakit menular lainnya termasuk virus Nipah.
“Namun tetap protokol kesehatan adalah solusi pencegahan berbagai penularan penyakit menular, tidak hanya COVID-19. Selain itu dilengkapi dengan asupan yang sehat seimbang serta olahraga yang cukup. Intinya gaya hidup bersih dan sehat adalah kunci,” pungkasnya.[]




