More

    Tuntut Penyesuaian Tarif dan Tolak Kenaikan BBM, Ribuan Driver Ojol Kepung KP3B

    SERANG – Ribuan driver ojek online (Ojol) Provinsi Banten melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menuntut pengurangan tariff potongan aplikator menjadi 5 persen.

    Mereka memakai seragam dari masing-masing aplikasi dari mulai seragam gojek, maxim, shopee food, grab dan lainnya.

    Massa aksi yang diperkirakan berjumlah 1.500 itu berkumpul terlebih dahulu di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, sebelum akhirnya berangkat ke Kawasan Pusan Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

    1.500 driver ojol Provinsi Banten menggelar aksi tuntut aplikator menurunkan dan menyetarakan tarif potongan aplikator secara maksimal menjadi 5 persen.

    Massa aksi berkumpul terlebih dahulu di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Senin (12/9/2022) Pukul 08.00 WIB.

    Para demonstran juga tidak segan menghentikan dan mengajak rekan driver yang masih beroperasi mengantar penumpang. Aksi tersebut diiringi dengan mogok masal para driver ojol dan pengantar makanan.

    Ribuan massa aksi ini merupakan gabungan dari driver ojol Kota Cilegon, Kabupaten Rangkasbitung, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Serang.

    “Ada sekitar 1.500 masa aksi dari Cilegon, Rangkas, Pandeglang dan paling banyak Kota Serang,” kata Ketua umum ojol Taman Sari Kota Serang, Sahna, Senin (12/9/2022).

    “Kami titik kumpul dari stadion Maulana Yusuf Kota Serang,” tambahnya.

    Tuntutan yang disuarakan oleh para driver online se- Provinsi Banten ini adalah menuntut aplikator turunkan potongan aplikasi.

    “Kami minta aplikator jangan serakah mengambil keuntungan dari ojol, go food ada potongan, go send ada potongan, kami minta semuanya diturunkan semaksimal mungkin dari aplikator, minimal menjadi 5 persen,” terangnya.

    Sejauh ini, potongan yang dirasakan oleh para driver online sebesar 20 sampai 30 persen setiap mengantarkan penumpang, makanan dan lainnya.

    Atau dapat dialumulasikan sekitar Rp 4.800 sampai Rp 4000 setiap kali jalan. “Potongan sekitar 4.800 sampai 4.000, sekarang ekonomi serba sulit, paling setiap hari dapet 3 sampai 4 trip setiap harinya,” ungkapnya.

    Sahna bercerita, sejak kenaikan BBM, kondisi driver ojol semakin sulit. “Semakin berkurang penghasilamnya, apalagi dibagi untuk kebutuhan anak, rumah tangga dan bahan pokok serba naik,” jelasnya.

    “Kami menuntut aplikator harus bisa menyetarakan pendapatan,” pungkasnya. []

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    40,700PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru