Jakarta – Artificial Intelligence atau (AI) merupakan teknologi kecerdasan buatan yang saat ini digadang mampu menggantikan beberapa peran manusia dalam dunia pekerjaan, salah satunya adalah voice over.
Anes Wibowo selaku pendiri dan pembina KVDAI juga praktisi voice over turut mengomentari isu yang sedang berkembang ini.
Menurut Anes kecerdasan buatan (AI) tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia, hal ini ia sampaikan ketika diwawancarai di Yan Cafe Sabang, Jakarta Pusat, Sabtu, (17/06/23).
“Menurut saya AI itu enggak akan bisa menggantikan peran manusia sepenuhnya, apalagi voice over. Pekerjaan ini membutuhkan jiwa dalam penyampaiannya dan AI tidak memiliki itu.” Jelas Anes.
Selain itu, Hilda Gubernur Regional I Jabodetabek Banten KVDAI juga menambahkan bahwa kecerdasan buatan yang digadang bisa menggantikan suara manusia ini masih banyak memiliki kekurangan salah satunya adalah emosi dan penjiwaan.
Sedangkan dalam voice over itu menjadi kunci kesuksesannya.
“Iya kan katanya AI itu bisa menggantikan suara manusia ya, tapi menurut aku itu gak akan bisa. Apalagi dalam dunia voice over itu sangat dibutuhkan emosi dan penjiwaan. Sedangkan suara yang dihasilkan AI itu kan gak natural. Jadi suara manusia itu masih tetap unggul” Jelas Hilda.
Hal serupa juga disampaikan oleh Announcer kawakan Irwan Ardian, ia mengantakan bahwa perkembangan teknologi memang tidak akan bisa terelakan, tetapi ia juga berpendapat bahwa di sisi lain perkembangan teknologi AI bisa sangat membantu namun lagi dalam dunia voice over yang membutuhkan sisi humanis tentunya AI belum mampu menjadi pengganti suara manusia secara real.
“Sebagai voice over talent, kita gak perlu takut dengan perkembangan teknologi karena itu gak bisa kita hindari, tetapi perlu diingat bagaimanapun suara asli manusia itu akan terus dibutuhkan sampai kapanpun” tutup Irwan.[Al]





