Sering Dilakukan, Ternyata Berdampak Buruk Pada Gadget dan Kesehatan Kita

Pada era sekarang Gadget adalah sebuah kebutuhan Primer, pasalnya setiap ruang lingkup baik pertemanan, urusan kantor, keluarga dan urusan asmara sangat membutuhkan gadget. Tapi masih banyak dari kita masih tabu dalam memperlakukan Gadget kita dalam kesehariannya.

Jika kamu sering melakukan beberapa hal dibawah ini alangkah baiknya mulai dari sekarang dipertimbangkan,

kegiatan tersebut seperti,


1. Menunggu Baterai sampe habis dulu baru di charge

Hasil gambar untuk low bateray

Charging ponsel tidak baik saat baterai sudah kehabisan daya. Jika ponsel dibiarkan mati karena kehabisan baterai, butuh ‘tenaga’ ekstra untuk mengisinya lagi, lebih lama, dan lebih panas. Panas adalah musuh utama baterai Lithium-ion, tipe baterai yang umumnya digunakan oleh hampir semua ponsel.

Saat terbiasa charge ketika baterai sudah habis, selain panas, reaksi kimia di dalam baterai akan menghasilkan gas berlebih. Gas ini yang menyebabkan baterai ponsel mudah gembung atau kembung. Saat baterai kosong baru diisi, sel-sel baterai juga lebih mudah rusak. Umur baterai menjadi pendek.

Anggapan harus men-charge ponsel setelah 0%, adalah anggapan jaman dulu ketika awal ponsel baru mulai diperkenalkan, saat itu baterai ponsel kebanyakan masih bertipe Ni-Cd atau Ni-mh, baterai yang mempunyai memory effect jika tidak dihabiskan isinya terlebih dahulu.

Mengisi baterai saat masih 50%, 60%, 70%, membuat baterai gampang terisi, tidak menimbulkan panas. Umur baterai betul tergantung dengan bagaimana cara kita melakukan proses charging.


2. Mendengarkan musik sambil naik motor

Hasil gambar untuk pake headset di motor

Pada tahun 2017 kita dikagetkan dengan kabar Kecelakaan yang dialami Nicky Hayden hingga menyebabkan kematiannya membuat sedih banyak pihak. Pebalap World Superbike tersebut ditabrak saat sedang bersepeda di Italia.

Salah satu yang diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut adalah saat bersepeda sambil mendengarkan musik melalui headphone yang tersambung ke perangkat Ipod. Nicky tidak mewaspadai kehadiran mobil saat melintasi persimpangan jalan.

Kejadian kecelakaan akibat mendengarkan musik di jalan raya bukan kali ini kita dengar. Selain pesepeda, pengguna motor sering terlihat menggunakan earphone saat berkendara dan mendengarkan musik.

”Penggunaan earphone lalu mendengarkan musik sembari berkendara, tidak diperkenankan. Ini bahkan dilihat dari dua aspek yakni norma keselamatan dan hukum,” ucap Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) saat dihubungi Otomania, Selasa (23/5/2017).

Menurut Jusri, mendengarkan musik akan membuat pengendara kehilangan konsentrasi selama di jalan. Fokus perjalanan bisa jadi berpindah ke musik yang sedang didengarkan. Pasalnya, berkendara adalah pekerjaan yang membutuhkan 100 persen konsentrasi.

Selain itu pengendara juga harus siap dengan keadaan sekelilingnya agar dapat bereaksi bila terjadi keadaan darurat. ”Jangankan mendengarkan musik, berbicara dengan orang yang dibonceng itu sebenarnya tidak direkomendasikan. Perhatian harus ke pekerjaan berkendara. Tidak hanya depan tapi waspada juga dengan sekeliling motor,” ucap Jusri.


3. Mengantongi hape/laptop dengan barang lain

Hasil gambar untuk hp di kantong

Tahukah kamu bahwa Handphone dan Laptop dapat mengeluarkan medan magnet yang tinggi dan bahaya kalau kedua elektronik tersebut saling berdekatan apa lagi kamu menaruh Hanphone diatas Laptop itu akan mengakhibatkan yang sangat fatal.

Handphone dan Laptop adalah sama-sama barang elektronik yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ada kebiasaan yang kurang tepat saat menggunakan Laptop dan Handphone atau biasa disebut dengan Gadget bersamaan, karena Laptop dan Handphone sama sekali tidak bisa “bersaudara“.

Kenapa dibilang begitu? karena Handphone dan Laptop dapat saling merusak dan itu pun tidak kita ketahui. Meskipun itu terbilang yang sangat sepele, namun kebiasaan tersebut akan merusak keduanya secara langsung. Hal itu disebabkan karena adanya bahan elektromagnetik yang tersemat pada keduanya.


4. Meninggalkan gadget dalam mobil

Ponsel milik wanita Thailand bernama Ying Yupa Anan meledak saat ditinggal di mobil, pekan lalu, meninggalkan bekas hangus dan lubang di kaca depan.

Dikutip dari Kompas.com, Meninggalkan ponsel atau perangkat elektronik lain di mobil saat siang bolong memang bukan ide bagus. Selain bisa merusak komponen elektrik karena terpapar panas terus menerus, ada potensi bahaya lain berupa kebakaran atau ledakan.

Contohnya seperti yang dialami seorang wanita asal Thailand bernama Ying Yupa Anan. Pekan lalu dia meninggalkan ponselnya di mobil saat siang hari. Padahal, cuaca di Thailand sedang gerah-gerahnya dengan suhu mencapai kisaran 40 derajat celsius akibat gelombang panas (heat wave) yang tengah melanda negeri tersebut.

Dibiarkan kepanasan, ponsel milik Anan pun meledak, meninggalkan bekas hangus, dan lubang menganga di kaca depan mobil. “Ini adalah hukuman buat orang yang pelupa, (mobil saya) sampai rusak,” tulis Anan dalam sebuah posting di Facebook, disertai emoticon orang menangis untuk menggambarkan kesedihannya.


5. Menggoyangkan port untuk memasang/cabut USB device

Hasil gambar untuk port usb hp

Jika Anda berulang kali memasukkan dan mencabut peranti USB dengan cepat, porta USB dapat berhenti merespons. Jika ada dalam status ini, porta tidak lagi dapat mengenali peranti USB, dan peranti USB tidak berfungsi.

Anda harus menggunakan kredensial administratif untuk log masuk ke Windows untuk melakukan beberapa metode pemecahan masalah yang tercantum di artikel ini. Jika ini adalah komputer pribadi Anda, mungkin Anda sudah log masuk dengan akun administrator.

Jika ini adalah komputer yang merupakan bagian dari suatu jaringan kerja, Anda dapat meminta bantuan administrator sistem. Untuk memverifikasi bahwa Anda log masuk ke Windows dengan akun pengguna yang memiliki kredensial administratif, kunjungi situs Web Microsoft berikut:

https://support.microsoft.com/en-us/gp/admin


6. Main game sambil ngecas

Hasil gambar untuk Main game sambil ngecas

Kinerja smartphone tidak lepas dari yang namanya baterai, dimana suplay daya untuk menjalankan kerja setiap komponen di Ponsel wajib adanya agar semua bisa berfungsi secara normal.

Penggunaan smartphone antara satu pengguna dengan pengguna yang lin tentu juga akan berbeda hasilnya, contoh dilihat dari sisi umur baterai, dengan merek yang sama dan tipe ponsel sama pula belum tentu pengguna yang satu dengan lainnya akan mengalami kerusakan baterai yang bersamaan. Bisa jadi Baterai awet sampai beberapa tahun tanpa kendala dan yang satunya baru beberapa bulan sudah mengalami kebocoran, drop bahkan sudah tidak bisa lagi melakukan suplay daya untuk menghidupi smartphone.

Dari sekian banyak tipe pengguna smartphone tentu kita harus setidaknya harus tahu apa saja yang menyebabkan kerusakan dini pada perangkat pintar ini. Kerusakan bisa terfokus satu komponen atau bahkan bisa merembet ke perangkat lain didalamnya.

itu dia kelakuaan pengguna hp/gadget yang bahkan kita sendiri tidak menyangkanya, yuk kita perbaiki gaya hidup kita. (AM)

(Visited 30 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.