Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi 26 orang warga negara Indonesia (WNI) dan tujuh warga negara asing (WNA) dari Afghanistan.
Mereka tiba di Indonesia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/8) dini hari.
26 WNI yang dievakuasi dari Afghanistan itu terdiri dari 16 orang staf KBRI Kabul dan 10 WNI non-staf KBRI.
Sementara tujuh WNA yang turut dibantu pemerintah Indonesia untuk keluar dari negara tersebut terdiri dari lima warga negara Filipina dan dua warga negara Afghanistan yang merupakan suami dari WNI dan staf lokal KBRI.
“Selain WNI, dalam misi evakuasi ini, ikut juga 5 warga negara Filipina yang memang pemerintahnya meminta bantuan untuk ikut diangkut dalam misi evakuasi Indonesia,” kata Retno dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma.
Proses evakuasi dilakukan pada Jumat (20/8). Pesawat TNI Angkatan Udara yang digunakan untuk evakuasi itu berangkat dari Jakarta dan mendarat di Islamabad, Pakistan, pada pukul 23.00 GMT. Dan selanjutnya, berhasil mendarat di Kabul pada pukul 04.40 waktu setempat.
Setelah seluruh WNI naik ke dalam pesawat, selanjutnya pesawat kembali terbang pada pukul 02.19 GMT dan mendarat di Islamabad pada pukul 03.05 GMT.
Dari Islamabad, penerbangan dilanjutkan menuju Indonesia pada pukul 05.53 GMT melalui Karachi, Colombo, Banda Aceh, dan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma.
“Bantuan membawa warga negara asing dalam misi evakuasi bukan pertama dilakukan, ini merupakan kewajiban kemanusiaan yang harus dilakuakan,” ujar Retno.
Retno pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja sama yang diberikan pemerintah dan otoritas India, Sri Lanka, Pakistan, Amerika Serikat, NATO, Turki, Norwegia dan Belanda.




