BerandaBERITASatu Tahun Budi-Agis Menjabat, KH Embay: Kota Serang Banyak Perubahan‎

Satu Tahun Budi-Agis Menjabat, KH Embay: Kota Serang Banyak Perubahan‎

SERANG, Sultantv.co – Tokoh pendiri Provinsi Banten, KH Embay Mulya Syarief, menilai Kota Serang telah menghadirkan sejumlah perubahan signifikan di berbagai sektor pembangunan.

‎Hal ini sejak kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia.

‎Budi-Agis dilantik menjadi Walikota Serang dan Wakil Walikota Serang pada 20 Februari 2025. Maka Jumat (20/2/2026) besok, mereka sudah memimpin Kota Serang selama satu tahun.

‎Embay menyampaikan pembenahan Pasar Lama, Pasar Rau, penertiban Pasar Taman Sari dan Pasar Kepandean, hingga pembangunan Royal Baroe merupakan langkah konkret dalam upaya penataan wajah kota.

‎“Dalam satu tahun kepemimpinan walikota dan wakil walikota, sudah banyak perubahan yang terlihat di Kota Serang. Royal Baroe bahkan kini menjadi ikon baru kota,” kata Embay, Kamis, 19 Februari 2026.

‎Ia juga mengapresiasi pembenahan trotoar yang disertai penertiban pedagang yang melanggar peraturan daerah dan mengganggu kenyamanan pejalan kaki.

‎Selain itu, penertiban bangunan liar (bangli) di bantaran Kali Cibanten dinilai sebagai langkah strategis dalam menata kawasan agar lebih tertib dan bebas dari banjir.

‎“Upaya-upaya tersebut patut diapresiasi,” ucap pria yang diketahui sebagai Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar ini.

‎Namun, Embay mengingatkan pentingnya konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam mewujudkan kota yang aman, nyaman, bersih, dan teduh bagi seluruh masyarakat.

‎Kemudian juga menekan agar Pemkot Serang menjaga kelestarian Kota Serang sebagai kawasan bersejarah.

‎Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Walikota (Perwal) tentang perlindungan bangunan cagar budaya yang masih tersisa di kawasan permukiman lama.

‎“Rumah-rumah tua di Kaujon, Kaloran, dan beberapa lokasi lainnya memiliki nilai sejarah dan berpotensi menjadi daya tarik pariwisata. Ini harus dilindungi,” jelas Embay.

‎Selain itu, Embay mendorong Pemkot Serang untuk memperkuat koordinasi dengan Kantor Suaka Purbakala agar setiap kebijakan pembangunan tidak melanggar ketentuan perlindungan cagar budaya.

‎“Koordinasi itu penting supaya pembangunan tetap berjalan, tetapi tidak mengabaikan nilai sejarah Kota Serang,” tandasnya. (Red/ RG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular