BerandaBERITAAwal Kepemimpinan Budi-Agis Fokus Pembenahan Wajah Kota Serang

Awal Kepemimpinan Budi-Agis Fokus Pembenahan Wajah Kota Serang


SERANG, Sultantv.co – Satu tahun kepemimpinan Walikota Serang Budi Rustandi dan Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia menjadi fase peletakan fondasi pembangunan.

‎Dari 13 program unggulan yang dicanangkan, sebagian besar mulai terealisasi dan menunjukkan progres signifikan.

‎Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet Budi–Agis langsung memprioritaskan penataan kota dan pembangunan infrastruktur sebagai pelayanan dasar.

‎Program seperti Serang Menyala, Serang Sehat, Serang Bebas Banjir, Serang Bagus, Serang Mengaji, Serang Bebas Pungli, Serang Preuner hingga Serang Cerdas mulai berjalan secara bertahap.

‎Walikota Serang, Budi Rustandi menegaskan seluruh program tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang dihimpun selama proses Pilkada 2024.

‎”Semua program kami itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Munculnya 13 program unggulan juga berasal dari aspirasi masyarakat,” ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.

‎Politisi Gerindra ini mengatakan, fokus awal pemerintahannya diarahkan pada pembenahan wajah kota, termasuk komitmen mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah klasik.

‎Penertiban bangunan liar (bangli) di bantaran sungai dan normalisasi aliran air dilakukan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

‎”Langkah tegas ini diambil untuk mengatasi masalah banjir. Supaya Kota Serang bebas banjir, dan masyarakat nyaman. Sekaligus menyelamatkan aset negara,” kata Budi.

‎Selain banjir, penataan pasar tradisional menjadi sorotan dalam satu tahun pertama. Pasar Induk Rau, Pasar Lama, Pasar Royal, dan Pasar Kepandean mulai dibenahi.

‎Kawasan Royal Baroe yang telah direvitalisasi kini berkembang menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata keluarga.

‎”Alhamdulillah, satu-satu sudah kami benahi secara perlahan. Banjir sudah kami tangani secara komprehensif dan penataan pasar juga sudah kami laksanakan,” jelas Budi.

‎Tak hanya infrastruktur, lanjut Budi, aspek ekonomi dan sosial juga menjadi perhatian.

‎Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, angka kemiskinan Kota Serang berada di angka 5,51 persen dengan garis kemiskinan Rp556.702 per kapita per bulan.

‎Sebagai Ibukota Provinsi Banten, Kota Serang turut menyumbang bagian dari total 556.700 jiwa penduduk miskin di tingkat provinsi.

‎Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, menyebut penanganan kemiskinan memerlukan langkah komprehensif.

‎Pemkot mulai memastikan program MBG hadir di seluruh kelurahan untuk menekan stunting sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

‎”Dengan MBG dan Koperasi Merah Putih, kita yakin ekonomi bergerak, lapangan kerja tercipta, dan pendapatan masyarakat meningkat. Goal-nya tentu penurunan angka kemiskinan,” kata Agis.

‎Pemkot juga membentuk satgas khusus untuk mengawal sejumlah program prioritas, termasuk pengembangan pusat ekonomi baru dan pembangunan stadion yang tengah berproses.

‎”Royal Baroe sudah kita bangun, tinggal diisi aktivitas ekonomi dan event supaya ada pergerakan UMKM dan penyerapan tenaga kerja,” ucap politisi PKS ini.

‎Agis menilai tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada pembangunan fondasi, mulai dari infrastruktur, pengendalian banjir, penanganan sampah, hingga penguatan ekonomi daerah.

‎”Kalau saya pribadi, ini sudah optimal dan maksimal. Di tengah pemotongan dana transfer, kita tetap membangun. Itu luar biasa,” ungkap Agis.

‎Memasuki tahun kedua, Budi–Agis menargetkan optimalisasi manfaat langsung bagi masyarakat, seperti program seragam gratis, beasiswa, pasar murah, serta peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui kolaborasi dengan UMKM.

‎”Tahun kedua ini menyempurnakan apa yang sudah dibangun di tahun pertama. Fondasinya sudah kita siapkan, sekarang kita optimalkan manfaatnya untuk masyarakat,” jelasnya. (Red/ RG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular