BerandaBERITARingankan Beban Masyarakat, Pemprov Banten Salurkan BLT BBM untuk 75.613 KPM

Ringankan Beban Masyarakat, Pemprov Banten Salurkan BLT BBM untuk 75.613 KPM

SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Penyaluran ini ditandai dengan peluncuran BLT BBM Banten di UPTD PPD Cikande Provinsi Banten (Samsat Ciruas), Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Jumat (9/9/2022).

Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, BLT BBM ini mulai disalurkan untuk masyarakat Banten yang terdampak kenaikan harga BBM. Pencairan akan dilakukan melalui Bank Banten dengan mekanisme empat kali pencairan selama empat bulan.

Sebanyak 75.613 keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima BLT BBM Banten total sebesar Rp600.000. Bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banten.

“[Presentasi anggaran yang digunakan] 2 persen, bersumber dari Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Umum (DAU). Kemudian, selebihnya dari BTT (Belanja Tidak Terduga),” ungkap Al Muktabar.

Perihal pengawasan penyaluran, Al Muktabar menyebut, Pemprov Banten bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kepolisian Daerah (Polda). Ia menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dari masyarakat terkait permasalahan BLT BBM Banten ini.

Al Muktabar berharap, masyarakat Banten dapat memanfaatkan bantuan ini sesuai dengan peruntukan kebutuhannya. Ia menyarankan, BLT BBM Banten ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendasar.

“Kita menyarankan, penggunaan untuk [membelanjakan] bahan pokok, pangan, dan lain-lain yang dibutuhkan secara mendasar oleh masyarakat kita,” katanya.

Seorang warga asal Desa Panyabarangan, Kecamatan Cikeusal, Muhammad Nur Yusuf mengatakan, dirinya bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari Pemprov Banten itu. Dia menyebut, BLT BBM Banten sangat membantu dirinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pria yang berprofesi sebagai sopir itu mengaku, kebijakan menaikkan harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah cukup memberatkan dirinya. Menurutnya, kenaikan harga yang diterapkan terlalu tinggi.

“Terlalu tinggi naiknya. Biasanya kan naiknya gope (Rp500), ini mah langsung 2000-an [rupiah]. Jadi, enggak bisa ngimbangin sama kebutuhan di rumah,” keluhnya.

Diketahui, acara peluncuran BLT BBM Banten ini dihadiri sebanyak 100 KPM perwakilan dari Kabupaten Serang. Acara ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Ketua DPRD Kabupaten Serang, dan seluruh Forkopimda Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten.

Acara ini menandai dimulainya penyaluran BLT BBM Banten ke seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) di Banten. Besaran bantuan ini sama dengan BLT BBM dari Kementerian Sosial RI, yaitu sebesar Rp600.000.

Bantuan ini sementara akan diberikan kepada para sopir, nelayan, ojek (konvensional maupun online), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat kurang mampu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular