SULTANTV.CO, PAPUA BARAT – Bagi masyarakat Kampung Bakaro, laut telah menjadi bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan. Selama puluhan tahun, aktivitas melaut menjadi salah satu tumpuan masyarakat pesisir untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menopang perekonomian keluarga.
Gambaran kehidupan tersebut disampaikan Welmina Mauren, ASN di Papua Barat. Ia mengungkapkan bagaimana masyarakat telah lama menjalani aktivitas menangkap ikan menggunakan berbagai jenis perahu, termasuk perahu yang dilengkapi mesin tempel.
“Puluhan tahun berjuang di laut. Dari perahu sampai pakai Johnsong. Bapak bikin perahu, saya mancing,” ujar Welmina Mauren.
Bagi masyarakat Bakaro, laut juga menawarkan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan pendapatan. Keberadaan ikan yang melimpah dan keindahan laut menjadi bagian dari alasan masyarakat tetap bersemangat menjalani aktivitas memancing.
“Bahagianya itu lihat ikan-ikannya, keindahan lautnya. Ikannya banyak,” kata Welmina.
Semangat tersebut membuat nelayan terkadang menghabiskan waktu lebih lama di laut. Ketika hasil tangkapan belum memenuhi harapan, mereka tetap melanjutkan aktivitas hingga siang bahkan sore sebelum memutuskan kembali ke daratan.
“Walaupun sudah lapar, sudah siang, sudah sore, tapi karena semangat mancingnya tinggi, harus bertahan sampai ikannya banyak baru pulang,” tutur Welmina.
Namun, perjuangan nelayan tidak berakhir ketika ikan berhasil ditangkap. Hasil laut masih membutuhkan proses pemasaran agar dapat memberikan nilai ekonomi yang layak. Akses terhadap pembeli dan kepastian harga menjadi bagian penting dari keberlangsungan usaha masyarakat pesisir.
Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kemudian menjadi salah satu harapan untuk memperkuat aktivitas nelayan sekaligus mendukung ekonomi masyarakat pesisir Bakaro.
Welmina berharap KNMP dapat berkembang sebagai fasilitas yang benar-benar digunakan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga dan rasa memiliki menjadi bagian penting agar fasilitas yang tersedia tidak hanya digunakan dalam jangka pendek, tetapi dapat terus berkembang.
“Dengan adanya KNP ini masyarakat pasti suka dan masyarakat merasa memiliki. Harapan mereka harus berkembang terus supaya mereka juga sejahtera,” ujarnya.
Rasa memiliki tersebut dapat menjadi modal sosial dalam menjaga keberlanjutan KNMP. Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna fasilitas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk ikut menjaga dan merawat sarana yang diperuntukkan bagi kepentingan bersama.
Di samping fasilitas, persoalan pemasaran hasil tangkapan dan harga ikan juga menjadi perhatian. Nelayan membutuhkan mekanisme perdagangan yang jelas, terbuka, dan memberikan nilai yang wajar sehingga hasil melaut dapat berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan keluarga.
Karena itu, pengelolaan KNMP menjadi faktor yang tidak kalah penting. Fasilitas yang tersedia perlu didukung tata kelola kelompok yang tertib, mekanisme perdagangan yang transparan, serta pembagian peran yang jelas agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Kehidupan nelayan juga membawa dampak langsung bagi keluarga. Ketika nelayan menghadapi cuaca buruk atau belum kembali dari laut sesuai waktu yang diperkirakan, keluarga di daratan turut merasakan kecemasan.
Pengalaman tersebut turut diceritakan Tirsa Mandowen, istri nelayan. Cerita mengenai kekhawatiran menunggu kepulangan suami memperlihatkan bahwa aktivitas melaut memiliki konsekuensi yang dirasakan seluruh keluarga pesisir.
Karena itu, kesejahteraan nelayan tidak cukup diukur dari jumlah hasil tangkapan. Dukungan fasilitas, keselamatan, akses pasar, harga jual, hingga keberlanjutan pendapatan keluarga menjadi bagian yang saling berkaitan.
Welmina berharap KNMP dapat terus berkembang dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
“Kini KNMP disiapkan untuk mendukung aktivitas nelayan dan ekonomi pesisir. Mari kawal agar fasilitasnya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Welmina.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan fasilitas perlu diikuti pengawasan dan keterlibatan masyarakat.
KNMP diharapkan dapat menjadi ruang bersama yang mendukung aktivitas perikanan sekaligus memperkuat ekonomi warga pesisir.
Bagi masyarakat Bakaro, laut akan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan. Dengan pengelolaan yang baik, akses pasar yang lebih terbuka, serta keterlibatan masyarakat, KNMP diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi nelayan dan keluarga mereka.
Pada akhirnya, keberlanjutan KNMP tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas.
Tata kelola, transparansi, rasa memiliki, serta kemampuan menghadirkan manfaat ekonomi secara nyata menjadi bagian penting agar program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir Bakaro.***




