BerandaBERITAPulihkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi, Disperindagkop UKM Kota Tangerang Dorong Produk...

Pulihkan Ekonomi Masyarakat di Masa Pandemi, Disperindagkop UKM Kota Tangerang Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Mancanegara

Kota Tangerang terkenal dengan ribuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tersebar di beberapa wilayah dan menjadi ciri khas Kota Tangerang, selain kampung tematik dan taman tematik yang terus dikembangkan Pemkot Tangerang.

Bahkan Pemkot Tangerang, menjadikan UMKM sebagai program unggulan selama tiga tahun mendatang untuk meningkatkan daya saing ekonomi berbasis potensi daerah dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah memaparkan, pertumbuhan UMKM di masa mendatang akan menjadi fokus Pemkot Tangerang dengan menciptakan sumber daya produktif melalui manajemen SDM, permodalan, akses, dan pemasaran. Terdapat beragam Umkm di beberapa wilayah yang terus berlomba-lomba menciptakan dan mengembangkan produk UMKMnya agar dapat dikenal di seluruh Indonesia maupun luar negeri.

Hal senada dipaparkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindakop UKM) Kota Tangerang, Teddy Bayu Putra, Disperindakop UKM Kota Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong para pelaku UMKM dari volume industri yang kecil menjadi lebih luas melalui jaringan dan pemasaran yang juga lebih luas lagi.
“Kita terus berupaya agar UKM di Kota Tangerang bisa berkembang ke arah yang lebih besar yakni menjadi IKM atau industri Kecil Menengah,” ujar Teddy.

Salah satu produk yang diciptakan oleh Warga Kota Tangerang dan berhasil tembus ke Negara Jepang adalah produk minuman belimbing wuluh, dikembangkan oleh Silviani Lestari, Warga Jalan Duku 3 No.92 Kelurahan Cibodas Sari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Berawal dari sekadar ingin mengobati penyakit keluarga, produknya justru berhasil tembus hingga ke Jepang. Silvi membuat minuman tersebut hanya untuk pengobatan mertuanya yang mengidap penyakit Diabetes Melitus tahun 2017 lalu.

Di tahun 2017, iapun membuat brand dari produk yang dijualnya yaitu, Averrhoa Blimbi yang diambil dari bahasa latin nama belimbing wuluh. Tahun 2018 ia bergabung di UMKM Kota Tangerang dan mengikuti banyak pelatihan yang diadakan Dinas UMKM Kota Tangerang. Mulai dari menentukan harga jual beli, teknik pengemasan, strategi pemasaran, dan lain sebagainya.

Tak disangka, omzet yang dirauppun hingga 10 juta. Pada saat itu proses penjualannya dilakukan dengan banyak mengikuti pameran. Seiring perkembangan Silvi memiliki 5 reseller. Meski mengalami penurunan pada saat pandemi, Silvi tak patah semangat melakukan follow up kepada konsumen sebelumnya atau yang sudah berlangganan dan merekapun memesan kembali.

Penjualan minuman sari belimbing wuluh akhirnya merambah Jabodetabek, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Kalimantan bahkan hingga ke Jepang. Silviani menambahkan, ada seorang mahasiswa yang menghubunginya dari Jepang dan memintanya untuk mengirimkan minuman tersebut ke Negeri Sakura.

Diketahui mahasiswa tersebut berasal dari Kota Tangerang yang pada waktu itu sempat berkunjung ke pameran yang pada saat bersamaan Silviani memasarkan produk minuman dari sari belimbing wuluh. Mahasiswa tersebut bercerita kepada teman yang berada di Jepang dan jadilah Produk UMKM Kota Tangerang dikenal hingga luar negeri.

Pelatihan UMKM di Kota Tangerang

Sebagai upaya meningkatkan geliat perekonomian masyarakat, Pemkot Tangerang melalui Dinas UMKM Kota Tangerang menggelar program pelatihan bagi pelaku UMKM, di Ciledug, Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah meninjau salah satu kelurahan yang menggelar Pelatihan Packaging Produk UMKM bagi masyarakat yang menggeluti usaha jual beli baik makanan maupun produk dalam kemasan.

“Kemasan yang menarik akan menambah nilai jual dari produk yang bapak ibu tawarkan karena kemasan merupakan hal pertama yang dilihat dari konsumen saat akan membeli produk,” ujar Arief saat mengunjungi lokasi pelatihan.

Arief menambahkan, dengan digelarnya pelatihan bagi pelaku UMKM, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari setiap produk unggulan Khas Kota Tangerang, terlebih di tengah persaingan penjualan secara daring. “Selama pandemi, penjualan produk melalui online grafiknya terus meningkat,” tuturnya.

Selain pelatihan packaging, Arief juga mengunjungi kegiatan pelatihan fotografi produk UMKM yang berlangsung di kantor Kelurahan Paninggilan Utara. “Tentunya setiap produk harus punya Unique Selling Point agar terus dibeli masyarakat,” kata Arief.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular