PSBB Tahap III Banten Diperpanjang Sebulan

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Provinsi Banten sebulan, mulai dari 20 November sampai 19 Desember 2020. WH kembali menandatangani keputusan PSBB ini sebagaimana tertuang dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.267-Huk/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Tahap Ketiga PSBB.

Keputusan PSBB tahap III ini menekankan lima poin kepada bupati dan wali kota.  Pertama, menetapkan perpanjangan PSBB tahap III  di Provinsi Banten dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Kedua, penetapan perpanjangan PSBB  dilaksanakan selama satu bulan sejak 20 November sampai 19 Desember 2020 dan dapat  diperpanjang  jika  masih  terdapat bukti penyebaran Covid-19.

Poin ketiga, pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Banten wajib melaksanakan penetapan perpanjangan PSBB sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan mendorong serta menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Poin keempat, waktu penetapan pelaksanaan PSBB ditetapkan oleh bupati/wali kota. Kelima, waktu dimulai dan lamanya operasional check point di wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Banten diatur oleh bupati/wali kota.

Surat keputusan tersebut juga diamini kebenarannya oleh Kabid Aplikasi Informatika dan Komunikasi Dinas Kominfo Banten Amal Herawan.

Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Banten membenarkan, WH telah mengeluarkan keputusan perpanjangan PSBB di Banten dari 20 November sampai 19 Desember 2020. Surat itu diterbitkan tertanggal 19 November 2020.

 “Sudah ditantangani Pak Gub, PSBB diperpanjang hingga 19 Desember 2020,” ucapnya seperti dikutip dari Kabarbanten.com.

Keputusan perpanjangan ini juga tidak jauh berbeda dengan keputusan gubernur sebelumnya dalam rangka perpanjangan PSBB. Keputusan ditandatangani gubernur dan ditembuskan kepada seluruh pimpinan daerah se-Banten.

“Aturan pergub PSBB No 443/2020 dalam PSBB tahap dua untuk seluruh kabupaten/kota sama dengan PSBB tahap 1 seluruh kabupaten/kota se Provinsi Banten,” kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti seperti yang dikutip dari Tempo.co.

Ati mengatakan, menurut hasil evaluasi gugus tugas provinsi dan kabupaten/kota dan hasil penilaian satgas nasional, penerapan PSBB yang dilakukan di Provinsi Banten dapat mengendalikan kasus Covid-19 di Banten.

“Sehingga Banten tetap berada di luar 10 besar kasus terbanyak se-Indonesia meskipun berada di dekat daerah episentrum Covid,” kata Ati yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Banten kasus positif Covid-19 di Banten 19 November 2020 naik 126 kasus dari 18 November 2020. Update kasus positif se-Banten berjumlah 11.513 kasus. Yang dirawat masih ada 1.682 pasien. Zona merah saat ini ada di Kota Cilegon dan daerah lain yaitu Tangerang Raya, Serang Raya, Pandeglang dan Lebak di zona oranye. (sultantv-01)

(Visited 8 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.